detikNews
2019/09/11 19:26:31 WIB

KPK Beberkan Rangkaian Pertemuan yang Bikin Firli Dinyatakan Langgar Etik

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Halaman 1 dari 3
KPK Beberkan Rangkaian Pertemuan yang Bikin Firli Dinyatakan Langgar Etik Konferensi Pers di KPK (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - KPK menyatakan Irjen Firli Bahuri, yang merupakan mantan Deputi Penindakan, melakukan pelanggaran kode etik berat. Penasihat KPK Tsani Annafari membeberkan rangkaian pertemuan yang membuat Firli dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

Tsani awalnya menjelaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik ini dilakukan setelah ada pengaduan masyarakat pada 18 September 2018. Dalam pemeriksaan, ditemukan fakta kalau Firli melakukan sejumlah pertemuan, termasuk dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).



"Terdapat sejumlah temuan. Diduga Saudara F sebagai Deputi Penindakan KPK melakukan sejumlah pertemuan, yang pertama dua kali pertemuan dengan Gubernur NTB dengan rincian sebagai yaitu pada 2 Mei 2018 KPK melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT NMT 2009-2016," kata Tsani di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).

Tsani mengatakan Firli dan TGB kembali bertemu pada 12 Mei 2018, tepatnya di acara Harlah GP Ansor ke-84 dan launching penanaman jagung 100 hektare di Bonder, Lombok Tengah. Tsani mengatakan, dalam pertemuan itu, Firli dan TGB terlihat berbicara.

"F berangkat ke lokasi pada hari Sabtu tidak dengan surat tugas, berangkat dengan uang pribadi. F dijemput pihak panitia, dalam acara tersebut ditemukan fakta bahwa TGB dan F duduk pada barisan depan dan berbincang cukup akrab. Kemudian F memberikan pidato sebagai penutup acara di mana panitia menyebutkan F sebagai Deputi Penindakan KPK. Perlu dicatat acara ini tidak berhubungan langsung dengan tugas KPK sebagai penegak hukum," tuturnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com