detikNews
2019/09/11 18:59:31 WIB

Mengenang BJ Habibie Lewat N250 Gatot Kaca

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mengenang BJ Habibie Lewat N250 Gatot Kaca BJ Habibie (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Duka menyelimuti Indonesia setelah presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie tutup usia. Meskipun demikian, Habibie tetap dan terus akan dikenang lewat karyanya di bidang dirgantara.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, itu tutup usia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18.05 WIB. Habibie dikenal sebagai 'bapak teknologi' dengan sejumlah karya, termasuk pesawat terbang yang diakui dunia.


Sempat berkuliah di Institut Teknologi Bandung Jurusan Teknik Mesin pada 1954, Habibie melanjutkan studi ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH), Aachen, Jerman. Dia menghabiskan waktu selama 10 tahun, dari 1955 hingga 1965, untuk menempuh studi teknik penerbangan di RWTH.

Singkat cerita, Habibie kembali ke Indonesia. Pulang kampung, dia diminta mengembangkan industri penerbangan dalam negeri. Namun Habibie mengajukan syarat, yakni dibiayai dari penjualan sumber daya alam.

"Saya mau dengan persyaratan saya tidak mau dibiayai dengan pinjaman luar negeri. Saya hanya mau dibiayai dari penjualan sumber daya alam," jelas Habibie dalam acara Presidential Lecture, yang digelar pada Februari 2017.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com