detikNews
Rabu 11 September 2019, 12:26 WIB

Uji Capim KPK

Nawawi Pomolango Punya Konsep OTT yang Disempurnakan, Apa Itu?

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Nawawi Pomolango Punya Konsep OTT yang Disempurnakan, Apa Itu? Nawawi Pomolango/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Di tengah paparannya mengenai kekurangan-kekurangan KPK, capim Nawawi Pomolango memaparkan gagasannya mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang disempurnakan. Apa itu?

"Bukan OTT itu haram, tapi harus diubah," kata Nawawi dalam tes wawancara capim KPK di depan Komisi III, DPR, Senayan, Jakarta (11/9/2019).

Dia lantas mengungkap pandangan pakar hukum Romli Atmasasmita mengenai OTT yang seharusnya. Nawawi sepakat dengan pandangan itu.

"Dia bilang usai nangkap, KPK itu masuk di situ dan membangun sistem di situ," kata Nawawi.

Tim KPK setelah melakukan OTT, harus melakukan pendampingan ke divisi atau lembaga tempat terjadinya OTT.



"(KPK harusnya) menjadi coach. Bukan nangkap, ambil, lalu dua tahun kemudian ditangkapin lagi. Karena KPK berhenti pada OTT-nya," tutur Nawawi.

"Seharusnya jangan berhenti di OTT. Bangun sistem di situ. Itu yang saya sebut OTT yang disempurnakan," sambung pria yang kini menjabat sebagai hakim Pengadilan Tinggi Bali ini.
(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com