detikNews
2019/09/11 07:32:59 WIB

Round-Up

Kejutan-kejutan di Sidang Kivlan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 4 dari 5
Kejutan-kejutan di Sidang Kivlan Kivlan Zen (Foto: Ari Saputra)


3. Jaksa Sebut Duit Rp 25 Juta dari Kivlan Zen Modal Mata-matai Wiranto dan Luhut

Jaksa menyebut Kivlan Zen pernah meminta orang suruhannya memantau pergerakan pejabat negara. Kivlan Zen disebut jaksa meminta agar Menko Polhukam Wiranto dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dimata-matai.

Jaksa dalam surat dakwaan memaparkan biaya operasional untuk kegiatan 'memata-matai' ini berasal dari duit yang diberikan Kivlan Zen. Duit operasional merupakan bagian dari total SGD 15 ribu yang diberikan dari Habil Marati ke Kivlan Zen. Setelah ditukarkan ke mata uang rupiah, Kivlan Zen menyerahkan uang pembelian senjata api ke Helmi alias Iwan termasuk uang operasional Helmi.

"Selanjutnya terdakwa (Kivlan Zen) memerintahkan saksi Helmi Kurniawan alias Iwan untuk menemui saksi Habil Marati dan berpesan apabila diberi uang oleh saksi Habil Marati agar dilaporkan kepada Terdakwa. Selanjutnya, saksi Helmi Kurniawan alias Iwan menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta yang berasal dari terdakwa kepada saksi Tajudin alias Udin sebagai biaya operasional survei dan pemantauan guna memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Pandjaitan," sambung jaksa.



4. Jaksa Beberkan Senpi-Peluru Tajam Pembelian Kivlan Zen cs

Dalam surat dakwaan, jaksa mengungkap pembelian senpi ilegal alias tanpa disertai dokumen dari pihak berwenang, yakni:

- 1 pucuk senpi jenis Revolver merk Taurus kaliber 38 mm
- 1 pucuk senpi laras pendek jenis Mayer warna hitam kaliber 22 mm
- 1 pucuk senpi laras pendek jenis Revolver kaliber 22 mm beserta 4 butir peluru
- 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm.

Sedangkan peluru tajam ditemukan polisi saat menangkap orang suruhan Kivlan, Helmi Kurniawan alias Iwan. Iwan ditangkap polisi di parkiran Hotel Megaria, Jakpus, pada sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa, 21 Mei 2019.

"Saksi Helmi Kurniawan alias Iwan ditangkap oleh petugas Polri karena menguasai 1 (satu) pucuk senjata api dan amunisi yang disimpan dalam mobil warna silver nopol B-9127-UBA," sambung jaksa.

Rincian barang bukti senpi dan peluru yang ditemukan dari Helmi alias Iwan yakni:

- 1 pucuk senjata api laras pendek jenis Taurus yang di dalam magasinnya berisi 6 butir peluru tajam ukuran 38 mm.
- 1 boks peluru tajam kaliber 38 yang berisi 50 butir peluru
- 1 boks peluru tajam kaliber 38 yang berisi 43 butir peluru

Selain itu, ditemukan senpi dan peluru dari penangkapan sejumlah orang, yakni:

- Azwarni alias Armin dengan barang bukti 1 pucuk pistol jenis Mayer kaliber 22 mm, yang disimpan di rumah Yuda (DPO) di daerah Bogor.
- Irfansyah alias Ifan dengan barang bukti 2 butir peluru kaliber 22 mm yang diperoleh dari saksi Azwarmi alias Armi serta 7 butir peluru tajam kaliber 32 mm dan 4 butir peluru tajam kaliber 9 mm yang diperoleh dari Ajad Sudrajat (DPO) di daerah Cawang.
- Tajudin alias Udin dengan barang bukti 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm tanpa peluru dan 1 pucuk senjata laras pendek kaliber 22 mm tanpa peluru. Disita juga sebagai barang bukti yakni 2 senjata api dari rumah Latifah.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com