detikNews
Selasa 10 September 2019, 18:59 WIB

Polemik PB Djarum dan KPAI, Fadli Zon: Mestinya Bisa Dimusyawarahkan

Tsarina Maharani - detikNews
Polemik PB Djarum dan KPAI, Fadli Zon: Mestinya Bisa Dimusyawarahkan Foto: Waketum Gerindra Fadli Zon (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengomentari sikap Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mempermasalahkan audisi umum bulutangkis PB Djarum. Menurut dia, semestinya persoalan itu bisa diselesaikan lewat musyawarah.

"Menurut saya itu mestinya bisa dimusyawarahkan. Di satu sisi dilema persoalan kesehatan karena endorsement rokok. Di sisi lain kita juga butuh prestasi di bidang olahraga dan tidak banyak perusahaan yang punya kemampuan membiayai kegiatan-kegiatan olahraga yang juga merupakan satu hal penting untuk kebanggaan nasional kita," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).


Fadli mengatakan polemik antara KPAI dan PB Djarum memang menimbulkan dilema. Ia yakin ada jalan tengah yang seharusnya bisa diambil kedua pihak.

"Jadi ya, mestinya bisa dimusyawarahkan dengan cara yang lebih halus supaya tidak ada konflik antara olahraga dan kesehatan," tuturnya.


Diberitakan sebelumnya, KPAI menyatakan mendukung audisi bulutangkis. Namun KPAI mengingatkan harus ada peraturan yang ditaati. Polemik ini bermula saat KPAI memandang PB Djarum mengeksploitasi anak lewat audisi bulutangkis demi promosi merek dagangnya bahwa PB Djarum adalah salah satu produsen rokok ternama di Indonesia.



"Prinsipnya audisi dan pengembangan bakat minat anak di bidang bulutangkis mesti kita support, tetapi nggak boleh melanggar regulasi yang ada," kata Ketua KPAI Susanto saat dikonfirmasi, Minggu (8/9).


Kritik KPAI ini membuat PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis pada 2020. PB Djarum menyebut ingin mereduksi polemik yang mencuat terkait tuduhan eksploitasi anak-anak dari KPAI. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan PB Djarum.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini, kami menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik (eksploitasi anak) itu kami menurunkannya," ucap Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppi Rasimin dalam situs resmi PB Djarum.
(tsa/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com