detikNews
Selasa 10 September 2019, 15:03 WIB

Polisi Simpulkan Bos Sembako di Cilegon Tewas Bunuh Diri

M Iqbal - detikNews
Polisi Simpulkan Bos Sembako di Cilegon Tewas Bunuh Diri Pemilik warung sembako, Ratna Simanjuntak, ditemukan tewas di dalam ruko. (Foto: M Iqbal-detikcom)
Cilegon - Polisi menyimpulkan bos sembako Ratna Simanjuntak tewas akibat bunuh diri. Polisi menyatakan hal ini setelah melakukan penyelidikan dari olah TKP hingga pemeriksaan dokter ahli.

"Sampai saat ini dari hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, dokter ahli dan hasil analisa dugaan sementara korban diduga kuat meninggal karena bunuh diri, sampai dengan saat ini," kata Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).


Diduga luka di leher dan bagian dada korban disebabkan diri sendiri. Polisi sudah memeriksa 15 saksi dalam kasus kematian bos sembako yang ditemukan tewas di depan ruko miliknya.

Namun, polisi siap kembali menyelidiki kasus ini bila ada informasi lain terkait penyebab kematian.

"Tetapi nanti apabila ke depan ada keterangan saksi, alat bukti yang lain ada penyebab lain dari bunuh diri kita nanti akan buka lagi," lanjutnya.




Agung mengatakan kesimpulan ini bukan hasil final. Pihak kepolisian masih membuka keterangan lain apabila ada bukti baru penyebab kematian korban. Sebab, kata Rizki hasil sementara ini disampaikan berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP.

"Jadi ini bukan final tetapi berdasarkan hal yang disebutkan tadi termasuk analisa dan keterangan saksi korban meninggal karena bunuh diri," kata dia.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini mengatakan, sejauh ini polisi belum menemukan keterlibatan orang lain dalam tewasnya bos sembako. Hasil itu didapat dari olah TKP dan bukti visual dari CCTV.


"Kan ada beberapa alat bukti salah satunya keterangan saksi kita periksa mungkin ada 15 saksi termasuk tetangga korban dan orang-orang dekat korban khususnya memang hampir semua saksi mengatakan bahwa korban ini dalam keadaan psikis yang bisa dibilang depresi, banyak permasalahan, sering mengeluh mau mati saja mau mati, percobaan minum Baygon," tuturnya.

Sebelumnya, Ratna ditemukan terkapar bersimbah darah oleh anaknya sendiri pada Selasa (27/8) sekitar pukul 09.15 WIB. Jenazah korban langsung dibawa ke RS Drajat Prawiranegara, Serang, untuk keperluan autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com