detikNews
2019/09/10 07:16:10 WIB

Round-Up

Beda 2 Eks Komisioner KPAI Soal Polemik dengan PB Djarum

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Beda 2 Eks Komisioner KPAI Soal Polemik dengan PB Djarum Audisi Djarum 21 (Foto: dok. PB Djarum)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terlibat polemik dengan PB Djarum terkait audisi bulutangkis yang diikuti anak-anak. KPAI menuding ada eksploitasi terhadap anak-anak yang ikut audisi bulutangksi demi promosi merek Djarum.

Ada perbedaan pendapat pada dua eks komisioner KPAI. Satu mendukung langkah KPAI dalam mencegah eksploitasi anak. Satu pendapat lain menyatakan tak ada eksploitasi dalam audisi PB Djarum.

Pendapat pertama disampaikan eks komisioner KPAI periode 2007-2010, Hadi Supeno yang menyayangkan sikap pihak yang menyalahkan KPAI. Dia mengatakan langkah KPAI dalam melakukan pengawasan untuk mencegah eksploitasi anak sudah benar. Menurutnya, semestinya masyarakat mendukung KPAI.


"Di semua negara maju, rokok ditolak menjadi sponsor. Di Indonesia malah para pelaku olahraga yang mengejar. Ketika KPAI mengingatkan justru disalahkan, ini namanya bangsa keblinger," ujar Supeno saat dihubungi detikcom, Senin (9/9/2019).

Mantan Komisioner KPAI periode 2007-2010, Hadi SupenoMantan Komisioner KPAI periode 2007-2010, Hadi Supeno (Foto: Istimewa)

Mantan Wakil Bupati Banjarnegara ini memberi saran agar melakukan penjaringan bibit terus dilakukan tanpa embel-embel promosi. Misalnya, tidak ada jersey anak bertuliskan merek rokok. Dia mengatakan dalam undang-undang, anak-anak dilarang dilibatkan dalam kampanye rokok.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com