detikNews
Senin 09 September 2019, 21:37 WIB

Belajar dari Kasus Bocah Dibunuh di Bogor, Ini Saran Polisi Bagi Para Ortu

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Belajar dari Kasus Bocah Dibunuh di Bogor, Ini Saran Polisi Bagi Para Ortu Foto: Sachril/detikcom
Bogor - Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun di Kecamatan Babakan Madang disodomi lalu dibunuh oleh pelaku berinisial J (35). Polisi mengimbau para orang tua untuk lebih mewaspadai dan mengawasi anak-anaknya saat berada di luar rumah.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengatakan, peristiwa ini menjadi pembelajaran dari semua pihak. Masyarakat diminta berperan aktif untuk mencegah kejadian ini terulang.

"Memang untuk kekerasan seksual ini, memang menjadi perhatian kita. Hal ini bukan saja perhatian aparat, tapi justru warga seluruh masyarakat Kabupaten Bogor harus peduli. Semua harus berperan aktif, terkait pencegahan, sosialisasi, dan lain-lain," kata AKBP Dicky di kantornya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (9/9/2019).

"KPAI kita minta peran partisipasinya juga untuk sosialisasi pencegahan. Termasuk juga pemerintah daerah dan lingkungan pendidikan terkait bahaya dengan kekerasan seksual di anak," sambung Dicky.

Dicky memastikan pelaku memiliki kelainan seksual. Selain dari usia korban yang terpaut jauh dengan korban, pelaku juga menyasar korban sesama jenis.

"Dapat dipastikan kelainan seksual. Selain di bawah umur, juga jenis kelamin (sama-sama laki-laki)," imbuh Dicky.







Pembunuhan terjadi pada Sabtu (3/8) lalu. Saat itu korban pamit ke orang tuanya untuk pergi ke acara istigosah.

"Korban pamit untuk istigosah, lalu saat korban berjalan, bertemu dengan pelaku. Lalu diajak," ucap Dicky.

Terkait hal ini, Dicky mengimbau orang tua agar lebih ketat memantau anak-anaknya ketika tidak berada di rumahnya. Sebab, bahaya mengintai ketika anak-anak lepas dari lingkungan keluarga.

"Kadang kalau anak pulang sampai tengah malam, harus dipertanyakan. Bukan saja bahaya kekerasan seksual, tapi juga bahaya narkoba, tawuran, ini sering terjadi," jelasnya.

Jangan sampai anak-anak tidak terkendali ketika berada di luar. Orang tua juga diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan sikap dan perilaku anak.

"Ini sering kali terjadi karena lepasnya kontrol orangtua terhadap anak. Kalau komunikasi dibangun, perubahan sikap dan perilaku anak, pasti terlihat sekali. Apalagi, korban ini sudah pernah sebelumnya, melakukan kekerasan seksual ini. Jadi harus ke monitor," tuturnya.

Pelaku membunuh korban karena mengancamnya akan melaporkannya ke orang tua soal kekerasan seksual tersebut. Pelaku sudah tiga kali mencabuli korban dengan iming-iming uang.


(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com