detikNews
Senin 09 September 2019, 19:34 WIB

Round-Up

Lokasi Veronica Koman Diketahui, Red Notice Disiapkan Polisi

Tim detikcom - detikNews
Lokasi Veronica Koman Diketahui, Red Notice Disiapkan Polisi ILUSTRASI/Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jatim/Foto: Amir Baihaqi
FOKUS BERITA: Rusuh di Tanah Papua
Jakarta - Polisi mengajukan penerbitan red notice untuk Veronica Koman, tersangka provokator dalam insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Polda Jawa Timur sudah mengirimkan surat ke Mabes Polri untuk proses tersebut.

"Polda Jatim sudah bersurat ke Divhubinter kemudian juga sudah bersurat ke Bareskrim," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera membenarkan surat tersebut untuk penerbitan red notice. Proses selanjutnya akan dilakukan oleh Mabes Polri dan kementerian terkait.





Polisi menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka provokasi asrama Papua di Surabaya. Saat penetapan tersangka ini, Veronica diketahui sedang berada di luar negeri.

"Yang jelas lokasi sudah diketahui," kata Brigjen Dedi.





Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan sebelumnya mengatakan sudah meminta bantuan kepada Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM untuk mencabut paspor tersangka provokasi asrama Papua di Surabaya, Veronica Koman. Namun pihak Imigrasi mengaku belum menerima permohonan pencabutan paspor tersebut.

Penetapan tersangka Veronica Koman dilakukan tim penyidik Polda Jawa Timur. Penyidik melakukan gelar perkara status Veronica Koman setelah memeriksa 3 orang saksi, 3 orang saksi ahli, dan mengumpulkan bukti-bukti terkait provokasi.

"VK ini salah satu yang sangat aktif membuat provokasi di dalam maupun di luar negeri untuk menyebarkan hoax dan juga provokasi," kata Luki.

Menurut Luki, saat insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya terjadi, Veronica Koman aktif menyebar informasi di Twitter sejak 17 Agustus.

"Dia mengatakan ada seruan mobilisasi aksi ke jalan untuk besok di Jayapura ini tanggal 18 Agustus. Ini ada media juga dan ini pakai bahasa Inggris juga nanti akan ditayangkan," papar Luki.




Konten provokasi lainnya yakni Veronica Koman menyebutkan polisi menembak ke asrama mahasiswa Papua. Dalam posting-annya yang dikantongi polisi, Veronica Koman menyebut 5 mahasiswa terluka.

"Dan semua kalimat selalu ditulis dengan bahasa Inggris," imbuh Luki.

Veronica Koman dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 160 KUHP, UU ITE, UU Nomor 1 Tahun 1946, dan UU Nomor 40 Tahun 2008.
(fdn/jbr)
FOKUS BERITA: Rusuh di Tanah Papua
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com