detikNews
Senin 09 September 2019, 15:40 WIB

Pimpinan Komisi VIII DPR Anggap Ceramah UAS soal Drama Korea Kurang Tepat

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Pimpinan Komisi VIII DPR Anggap Ceramah UAS soal Drama Korea Kurang Tepat Ace Hasan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pernyataan Ustaz Abdul Somad (UAS), yang menyebut penikmat drama Korea adalah bagian dari kafir, ramai diperbincangkan. Pimpinan Komisi VIII DPR menilai pernyataan itu kurang tepat.

"Kurang tepat menempatkan soal kafir mengkafirkan dalam konteks menilai budaya," kata Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (9/9/2019). Komisi VIII di DPR membidangi beberapa hal, salah satunya tentang agama.

Ace meminta untuk tidak mudah mengkafirkan sesuatu yang belum memiliki rujukan. Menurutnya, terminologi kafir tidak tepat digunakan dalam konteks budaya.

"Jangan mudah untuk mengkafirkan sesuatu yang belum memiliki rujukannya. Sepengetahuan saya, kata kafir sebagai terminologi agama tidak tepat diletakkan dalam konteks menilai budaya tertentu. Apalagi ini hal yang menyangkut budaya pop, seperti film Korea," ujarnya.


Menurut Ace, yang seharusnya dilakukan adalah menumbuhkembangkan budaya Indonesia dan tidak mengkafirkan budaya lain. Politikus Partai Golkar itu menyebut saat ini Indonesia tengah mengalami penetrasi budaya dari negara lain.

"Di era globalisasi ini, kita memang sedang mengalami proses penetrasi budaya melalui film dari berbagai negara, termasuk dari Korea Selatan dan negara-negara lainnya, seperti Hollywood dari Amerika Serikat, Bollywood dari India, dan lain-lain. Apakah juga artinya kita juga harus mengkafirkan masuknya film-film tersebut?" tutur Ace.

Ustaz Abdul Somad / Ustaz Abdul Somad (Agung Pambudhy/detikcom)



Ace pun mengimbau agar dakwah mengedepankan ajaran kebaikan. Selain itu, menurut Ace, dakwah juga disampaikan dengan cara-cara yang baik.

"Lebih baik kita berdakwah dengan mengedepankan ajakan kebaikan amar ma'ruf (berlomba-lomba dalam kebaikan), menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan menyampaikan dengan cara-cara yang baik pula," ucapnya.


Sebelumnya, video Ustaz Abdul Somad menyebut penikmat drama Korea adalah bagian dari kafir kembali viral. Dalam video itu, UAS awalnya membaca sebuah pertanyaan yang sampai kepadanya. "Apa hukumnya menggemari, menyukai film Korea?" demikian bunyi pertanyaan itu.

Ustaz Abdul Somad / Ustaz Abdul Somad (Antara Foto/Syifa Yulinnas)

UAS lalu menjawabnya. Dia menyebut orang-orang Korea itu kafir. Dia pun mewanti-wanti agar tidak menyukai orang kafir.

"Jangan suka kepada orang kafir. Siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu. Condong hatinya pada orang kafir," ucap UAS dalam video tersebut.

Sementara itu, MUI Riau tidak mempermasalahkan ceramah UAS tersebut. Ketua MUI Riau Nazir Karim menduga ada yang sengaja memviralkan video itu.

"Tidak ada persoalan bagi saya. Dan saya kira ada kesengajaan-kesengajaan juga ini (diviralkan). Sudah lama itu (rekaman di YouTube)," kata Nazir.
(azr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com