detikNews
Senin 09 September 2019, 13:09 WIB

Sidang Kasus Mafia Anggaran

Akui Terima Rp 900 Juta, Eks Pejabat Kemenkeu Beli Mobil dan Apartemen

Faiq Hidayat - detikNews
Akui Terima Rp 900 Juta, Eks Pejabat Kemenkeu Beli Mobil dan Apartemen Suasana persidangan lanjutan perkara mafia anggaran yang diusut KPK (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Mantan pegawai di Direktorat Jenderal Perimbangan Kementerian Keuangan (Ditjen Perimbangan Kemenkeu) Rifa Surya mengaku di hadapan majelis hakim pernah menerima uang dari Natan Pasomba sebagai Plt Kadis PUPR Pegunungan Arfak, Papua Barat. Uang yang diterima itu disebut Rifa berkaitan dengan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

"Iya terima Rp 900 juta," ujar Rifa mengenai besaran uang yang diterimanya ketika bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Alokasi DAK itu bersumber dari APBN tahun anggaran 2017/2018. Ketika itu Rifa mengaku masih menjabat sebagai Kepala Seksi Perencanaan DAK Fisik di Ditjen Perimbangan Kemenkeu.




Rifa mengaku menerima uang itu dari Natan secara bertahap. Awalnya Rifa mengaku diminta Natan mengawal alokasi anggaran DAK untuk Kabupaten Pegunungan Arfak. Sempat menyatakan tidak bisa, Rifa akhirnya sepakat membantu Natan dengan meminta bantuan dari Suherlan sebagai tenaga ahli Fraksi PAN di DPR.

"Saya tanya Pak Suherlan, 'Ada kenalan DPR Banggar bisa loloskan?' Akhirnya kontak dapat," ucap Rifa.



Dari situlah Rifa berkenalan dengan Sukiman, anggota Komisi XI DPR yang juga bertugas di Banggar atau Badan Anggaran DPR. Setelah bertemu, Rifa menyampaikan adanya jatah bagi Sukiman bila bersedia mengurus DAK Kabupaten Pegunungan Arfak.

"Iya pasti ada-lah commitment fee. Beliau tidak menyampaikan (setuju) tapi ngangguk," ucap Rifa.

Dalam kasus ini Natan didakwa memberikan suap ke Sukiman sebesar Rp 2,6 miliar dan USD 22 ribu. Sukiman sudah dijerat KPK sebagai tersangka dalam perkara yang sama.




Selain pada Sukiman, ada sejumlah nama lain yang disebutkan pada surat dakwaan Natan sebagai penerima uang termasuk Rifa dan Suherlan, tetapi keduanya masih berstatus saksi sampai saat ini. Transaksi haram itu bertujuan untuk mengupayakan alokasi anggaran DAK untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kembali pada kesaksian Rifa. Setelah menerima uang dari Natan secara bertahap tersebut, apa yang dilakukan Rifa?

"Saya belanja mobil dan apartemen," jawab Rifa.


(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com