detikNews
Senin 09 September 2019, 13:03 WIB

Kasus Pemerkosaan Gadis Baduy, Bupati: Saya Sedih dan Prihatin

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kasus Pemerkosaan Gadis Baduy, Bupati: Saya Sedih dan Prihatin Bupati Lebak Iti Octavia (Bahtiar/detikcom)
Lebak - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku prihatin dan sedih atas peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan di Baduy. Namun, menurutnya, peristiwa itu tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan yang ingin ke daerah sana.

"Saya cukup sedih dan prihatin, karena sekarang kriminalitas tidak bisa diprediksi," kata Iti kepada wartawan di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Senin (9/9/2019).

Iti juga prihatin karena, dari tiga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan warga Baduy Luar itu, ada pelaku yang di bawah umur. Ia menekankan perlunya pendidikan keagamaan di tingkat keluarga.


"Kalau misalkan pembekalan di dalam keluarganya, dia akan memiliki adab yang baik, tau etika," katanya.

Ia juga menekankan bahwa wilayah Baduy dikelilingi perkebunan dan hutan yang dinilai rawan terjadi kriminalitas. Makanya, perlu ada kesadaran dari seluruh masyarakat untuk menjaga wilayah Baduy secara bersama-sama.

"Seluruh stakeholder dan masyarakat, terutama kalau punya pendidikan agama kuat, maka dia memiliki adab yang baik," ujarnya.



Bupati juga menegaskan peristiwa pembunuhan gadis Baduy Luar tidak mempengaruhi bagi wisatawan yang akan datang ke Kanekes. Wisatawan masih bisa berkunjung ke wilayah dengan daya tarik pesona adat tersebut.

Aksi pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy diotaki oleh AMS alias E. Pelaku ini sempat kabur ke Sumatera Selatan, namun bisa ditangkap pada Rabu (4/9) kemarin. Dari situ, kepolisian menangkap 2 pelaku lain di Lebak, yaitu berinisial F dan seorang pelaku berinisial A, yang masih berstatus pelajar SMA. Pembunuhan disertai pemerkosaan ini terjadi di tengah kebun saat korban sendiri di saung di Cisimeut, Lebak.
(bri/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com