detikNews
Senin 09 September 2019, 08:57 WIB

Gerindra Dukung Pengaturan PKL di Trotoar: Anies Kena Bagian 'Nyuci Piring'

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Gerindra Dukung Pengaturan PKL di Trotoar: Anies Kena Bagian Nyuci Piring Trotoar di Jakarta (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Iman Satria, mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin mengatur pedagang kaki lima (PKL) di trotoar. Iman menyebut Anies harus 'cuci piring' terkait masalah PKL di Ibu Kota selama ini. Apa maksudnya?

"Kalau prinsipnya untuk mengatur berarti kan untuk kemaslahatan masyarakat semuanya, tidak hanya untuk sekelompok PKL tapi juga untuk masyarakat pejalan kaki karena kan trotoar itu memang sebenarnya multifungsi di samping untuk pejalan kaki," kata Iman saat dihubungi, Minggu (8/9/2019) malam.



Iman menyebut PKL selama ini kurang ditata. Trotoar, katanya, menjadi tempat yang saat ini paling memungkinkan untuk mengatur keberadaan PKL.

"Tempat yang paling memungkinkan itu memang trotoar saat ini. Ya itu, karena sudah terlalu banyak PKL-PKL di Jakarta khususnya kan, yang selama ini terjadi pembiaran," ucap Iman.

"Kita nggak menyalahkan rezim-rezim yang lalulah. Nah sekarang Pak Anies yang kena bagian untuk nyuci piring," imbuhnya.



Iman mengatakan Anies Baswedan punya niat baik untuk mengatur PKL berjualan di trotoar. Menurutnya, Anies pun bergerak tidak asal karena mengacu kepada sejumlah aturan. Terpenting, kata dia, hak-hak pejalan kaki di trotoar tidak akan terganggu jika rencana tersebut jadi diterapkan.

"Ya kalau saya prinsipnya kalau segala sesuatu untuk kebaikan ya memang pasti ada yang berkorban. Itulah, ya kalau untuk... nanti jadi pertanyaan, kalau gitu pedagang boleh juga yang untuk naik motor dong? Kalau untuk itu udah salah karena itu kan untuk pejalan kaki, bukan kendaraan bermotor," sebut dia.

Selain itu, Iman mengungkit New York terkait penataan PKL di trotoar. Bagi Iman, asal lingkungan bisa terjaga dan tetap bersih, rencana itu bagus-bagus saja untuk diimplementasikan.



"Di negara-negara lain kalau kita lihat banyak kok kayak begitu, di New York juga banyak. Ada yang sifatnya temporary, ada yang sifatnya permanen. Yang penting ditata, yang penting bersih lingkungan," kata Iman.

"Kalau di daerah-daerah yang memang sifatnya itu bukan di tempat komersial ya sebaiknya jangan di tempat itu. Tapi kalau memang itu daerah komersial yang memang daerah itu kayaknya sumber ekonomi, nggak apa-apa kalau itu tidak mengganggu kemaslahatan masyarakat," dia menambahkan.

Anies Baswedan sebelumnya mengatakan trotoar di Jakarta memiliki multifungsi. Menurut Anies, trotoar tidak hanya digunakan untuk pejalan kaki.

Dia mengungkapkan pihaknya akan menata trotoar Jakarta. Anies mengatakan jangan sampai trotoar Jakarta tidak merangkul kegiatan ekonomi PKL.

"Nah kita akan menata, tidak semua tempat nantinya dibagi antara pejalan kaki dengan kegiatan ekonomi. Nanti semuanya akan diatur, jangan sampai kita berpandangan bahwa trotoar harus steril dari PKL, trotoar hanya untuk pejalan kaki, tidak," ujar Anies.


(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com