detikNews
Minggu 08 September 2019, 17:27 WIB

PKS soal Usulan Cabut Paspor Veronica Koman: Polisi Harus Cermat

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
PKS soal Usulan Cabut Paspor Veronica Koman: Polisi Harus Cermat Foto: Azizah-detikcom
FOKUS BERITA: Rusuh di Tanah Papua
Jakarta - Polisi tengah meminta bantuan ke Ditjen Imigrasi untuk mencabut paspor Veronica Koman. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta polisi cermat dalam menangani kasus tersebut.

"Polisi mesti cermat dalam kasus ini. Selama bukti-bukti kuat dan penetapan tersangka dan ancaman hukuman di atas lima tahun bisa dicabut paspornya," kata Mardani kepada wartawan, Minggu (9/9/2019).

Polisi sendiri telah menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka provokasi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Mardani menyebut paspor Veronica bisa dicabut oleh polisi usai penetapan tersangka tersebut.

"Bisa dicabut paspornya jika status tersangka telah resmi ditetapkan," tutur Mardani.


Sementara itu, Anggota DPR dari Fraksi PKS Nasir Djamil mendukung langkah polisi itu. Nasir mengungkapkan apapun motif Veronica melakukan provokasi sangat meresahkan.

"Saya mendukung langkah Kepolisian yang mengusulkan pencabutan paspor RI atas nama Veronica Koman. Apapun motif dan latar belakangnya, apa yang dilakukan oleh Veronica terkait dengan kerusuhan di Papua merupakan ancaman terhadap NKRI," tutur Nasir.

Nasir sendiri berharap Veronica bisa segera tertangkap. Menurutnya, penangkapan Veronica bisa membongkar siapa saja yang terlibat di balik provokasi terkait Papua.

"Saya dan rakyat Indonesia sangat berharap agar Polri mampu menemukan dan menangkap Veronica. Sebab dari dia nanti akan kita tahu siapa saja yang bermain api di Papua," jelasnya.


Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan saat ini pihaknya telah meminta bantuan Dirjen Imigrasi. Bantuan itu terkait dengan pencekalan dan pencabutan paspor atas nama Veronica Koman.

"Kami juga sudah membuat surat ke Dirjen Imigrasi untuk bantuan pencekalan dan pencabutan paspor tersangka atas nama Veronica Koman," jelas Luki, Sabtu (7/9).

Untuk meminta tanggapan atas rencana pencabutan paspor itu, detikcom telah menghubungi Veronica Koman. Namun Veronica belum mengangkat telepon maupun membalas pesan WhatsApp yang dikirimkan detikcom.



Simak Video "Polisi Buru Veronica Koman Tersangka Provokasi Asrama Papua"

[Gambas:Video 20detik]


(fdu/zak)
FOKUS BERITA: Rusuh di Tanah Papua
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com