detikNews
Sabtu 07 September 2019, 18:41 WIB

Aksi Dramatis Penyelamatan Balita Terjepit di Saluran Air Kolam Renang

Mei Amelia R - detikNews
Aksi Dramatis Penyelamatan Balita Terjepit di Saluran Air Kolam Renang Foto: Penyelamatan balita yang tangannya terjepit di saluran kolam renang (Dok. Istimewa)
Depok - Tangan seorang balita berusia 2,5 tahun terjepit di saluran air kolam renang pribadi di Sukmajaya, Depok. Balita tersebut berhasil diselamatkan oleh tim rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok setelah satu jam.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/9) di kolam renang pribadi di Perumahan Gema Pesona, Sukmajaya, Depok. Tim Damkar Kota Depok saat itu menerima permintaan bantuan penyelamatan seorang balita yang tangannya terjepit di saluran air kolam renang.

"Kejadiannya sekitar pukul 12.00 siang, tapi laporan ke pemadam baru sekitar pukul 14.00 WIB setelah mencoba mengevakuasi secara mandiri, tapi tidak berhasil," kata Kasudin Damkar Kota Depok Gandara saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/9/2019).

11 Anggota Damkar Kota Depok kemudian diluncurkan ke lokasi. Setibanya di lokasi, petugas mengalami kesulitan dalam proses evakuasi tersebut.

"Kendalanya karena ketebalan beton dinding kolam renang dan juga tangga kolam renang yang tepat di sebelah area TKP," kata Gandara.

Petugas pun harus memotong tangga terlebih dahulu agar lebih leluasa dalam pergerakan. Tidak hanya itu, petugas juga harus menjebol beton dinding kolam renang agar bisa mengeluarkan tangan korban.

"Akhirnya dibongkar dulu salurannya," imbuhnya.







Setelah saluran dibongkar, petugas belum berhenti sampai situ. Sebab, petugas masih harus mengeluarkan tangan korban yang sudah 'menyatu' dengan pipa.

"Setelah dibuka saluran, ternyata tangannya masuk di paralon, tidak bisa dilepas karena tangannya bengkak. Itu paralonnya kecil sekitar 3 inch," ungkapnya.

Dengan penuh kehati-hatian, petugas memotong pipa tersebut agar tangan balita tersebut tidak terluka. Sementara penyelamatan berlangsung, perhatian korban dialihkan oleh orang tuanya dengan menonton film kartun agar tidak menangis dan panik.

"Ya akhirnya alhamdulillah itu akhirnya bisa lepas. Itu sekitar satu jam lah sampai selesai (proses evakuasi)," lanjutnya.

Mengantisipasi kejadian serupa, Gandara mengimbau para orang tua agar lebih berhati-hati mengawasi anaknya saat bermain di kolam renang.

"Kalau anak-anak berenang harus didampingi, kemudian saluran buangan sebaiknya ada saringan sehingga nggak disodok-sodok sama anak," tandas Gandara.






(mei/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com