detikNews
2019/09/06 08:02:13 WIB

Round-Up

Cerita Luar Biasa Keji Pemerkosaan Gadis Baduy

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 3
Cerita Luar Biasa Keji Pemerkosaan Gadis Baduy Foto: Polisi jumpa pers soal penangkapan 3 pemerkosa gadis Baduy (Bahtiar-detikcom)


"Desa itu bersebelahan, (pelaku) sering melihat ada warga Baduy. Pura-pura jual handphone. Pemantauan sudah satu bulan," kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto di Mapolda Banten, Jl Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Kamis (5/9/2019).


Sepekan sebelum terjadi peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan, ketiga pelaku juga sempat mendatangi saung korban. Pelaku selalu menawarkan handphone, tapi korban selalu menolak. Ternyata hal ini dilakukan untuk mengetahui untuk melihat situasi untuk melancarkan niat jahat mereka.

AMS alias E merupakan orak dari kasus ini. Polisi menduga pembunuhan dan pemerkosaan ini diduga dilakukan secara terencana. Ketiga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Polisi olah TKP pemerkosaan warga Baduy Luar (Dok ist)Polisi olah TKP pemerkosaan warga Baduy Luar (Dok ist) Foto: Polisi olah TKP pemerkosaan warga Baduy Luar (Dok ist)

"Iya, makanya ancamannya seumur hidup. Kita upayakan itu (Pasal 340 KUHP)," ucap Dani.


Kasus ini terungkap saat kakak korban menemukan jasad adiknya pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB. Saat pulang ke saung, kakak korban melihat bercak darah dan begitu membuka pintu mendapati adiknya tewas bersimbah darah. Pihak keluarga dan tetua adat mengizinkan polisi mengautopsi jenazah korban agar kasus ini bisa dilakukan penegakan hukum.

Perilaku ketiga pelaku memang luar biasa keji. Pelaku membunuh karena korban memberontak dan berteriak saat akan diperkosa. Lalu ketiganya memperkosa korban secara bergantian.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com