detikNews
Kamis 05 September 2019, 18:43 WIB

Sejumlah Pengurus Boikot Rapat Korbid Golkar Wilayah Timur

Roland - detikNews
Sejumlah Pengurus Boikot Rapat Korbid Golkar Wilayah Timur Spanduk dari massa AMPG pro-Bamsoet aksi di kantor DPP Golkar (Lisye/detikcom)
Jakarta - Sejumlah Pengurus Pleno DPP Partai Golkar Korbid Wilayah Indonesia Timur memboikot pelaksanaan Rapat Korbid yang diselenggarakan pada Kamis sore, 5 September 2019 ini. Apa alasannya?

Para pengurus itu diantaranya Sirajuddin Abdul Wahab, Cyprus A Tatali, Victor G May, Abukasim Sangadji, Marleen Petta, dan Fransiskus Roi Lewar.

Menurut Sirajuddin Abdul Wahab, kader Partai Golkar asal Nusa Tenggara Barat, mereka memutuskan untuk tidak menghadiri Rapat Korbid yang sedianya dipimpin oleh Ketua Korbid Indonesia Timur Melchias Markus Mekeng, dengan beberapa alasan prinsip.

"Pertama, materi rapat tidak bersifat substantif dan tidak relevan dengan perkembangan aktual partai. Selain itu, Rapat-rapat Korbid menurut kelaziman, tidak dilakukan untuk mempersiapkan Rapat Pleno, tetapi lebih-lebih sebagai evaluasi komprehensif organisasi sebagai bagian dari persiapan materi pertanggungjawaban Ketua Umum DPP Partai Golkar di dalam Munas atau Munaslub," kata Sirajuddin kepada wartawan, Kamis (5/9/2019).

Kedua, lanjut Sirajuddin, lokasi rapat tidak menunjukkan koherensi formal sebagai rapat pengurus DPP Partai Golkar, sebab rapat tidak dilaksanakan di Kantor DPP Partai Golkar Jalan Anggrek Nelly Murni Slipi. Sebagaimana tertulis dalam surat undangan yang ditandatangani oleh Sekjen Lodewijk F Paulus itu, tempat rapat berlangsung di Lantai 12 Gedung DPR RI.

"Sebagai pengurus pleno DPP Partai Golkar, kami sangat merindukan untuk rapat di kantor partai sebagai rumah bersama," tegas Abukasim Sangadji, kader senior Partai Golkar asal bumi Patimura Maluku.



Ketiga, lanjut Sirajuddin, para pengurus yang memboikot rapat Korbid tersebut menegaskan kembali tuntutan mereka agar Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto segera melaksanakan Rapat Pleno selambat-lambatnya tanggal 10 September 2019.

Terhadap alasan-alasan pemboikotan rapat Korbid, kader senior Partai Golkar dari Sulawesi Utara, Cyprus A Tatali menegaskan, pemboikotan ini merupakan langkah terukur dan rasional yang ditempuh sebagai bagian dari tuntutan atau ultimatum kepada Airlangga Hartarto mengenai mutlaknya pelaksanaan Rapat Pleno sesegera mungkin, mengingat sebelumnya sebagian besar Pengurus Pleno DPP Partai Golkar telah melayangkan pernyataan 'mosi tidak percaya' kepada Airlangga.
(fjp/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com