detikNews
Kamis 05 September 2019, 16:54 WIB

Pemangku Adat Minta 3 Pembunuh dan Pemerkosa Gadis Baduy Dihukum Berat

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Pemangku Adat Minta 3 Pembunuh dan Pemerkosa Gadis Baduy Dihukum Berat Foto: Polisi jumpa pers soal penangkapan 3 pemerkosa gadis Baduy (Bahtiar-detikcom)
Serang - Pemangku adat suku Baduy meminta ketiga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan warganya yang berumur 13 tahun dihukum berat. Kabar penangkapan ketiga pelaku AMS alias E (20), F (19) dan E (16) sudah diterima oleh warga dan tokoh Baduy.

"Ya paling begitu, harus sesuai aturan pidana, (hukuman) harus semaksimal harusnya," kata Kepala Desa untuk masyarakat adat Baduy, Jaro Saija kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (5/9/2019).


Karena ketiga pelaku bukan berasal dari Baduy, maka menurut Saija ketiganya tidak bisa diberlakukan hukum adat. Dalam tradisi Baduy, setiap pelanggaran memang ada hukum adatnya sendiri.

"Khusus warga Baduy tetap pakai hukum adat. Nanti takut merembet ke keturunan kalau tidak diurus di sini. Kalau orang luar, tidak berjalan hukum adatnya" paparnya.

Pembunuhan disertai pemerkosaan warga Baduy ini baru pertama kali terjadi. Makanya, mewakili masyarakat adat, Jaro Saija meminta pelaku dihukum secara setimpal.

Akibat kejadian ini pula, ia memberikan imbauan ke warga Baduy yang menggarap kebun di luar tanah adat. Mereka dilarang berkebun sendirian dan dilarang menggunakan perhiasan.


Imbauan ini dilakukan untuk berjaga-jaga demi keselamatan warga Baduy. Apalagi, tanah garapan atau kebun tumpang sari yang digarap Baduy di luar tanah adat tersebar di 11 kecamatan.

"Harus hati-hati, ke kebun jangan sendiri. Saya tegaskan ke warga jangan pakai perhiasan kalau kemana-mana, itu memancing kerawanan," katanya.
(bri/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com