detikNews
Kamis 05 September 2019, 16:45 WIB

Dapat Sertifikat Halal MUI, Aetra Jamin Kualitas Air

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Dapat Sertifikat Halal MUI, Aetra Jamin Kualitas Air Foto: Aetra
Jakarta -

PT Aetra Air Jakarta baru-baru ini menjadi perusahaan penyedia air minum yang telah mendapatkan Sertifikasi Jaminan Halal dari LPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikat halal ini penting mengingat mayoritas pelanggan air perusahaan di Timur Jakarta ini merupakan muslim.

Presiden Direktur Aetra, Edy Hari Sasono, mengatakan Sertifikasi Jaminan Halal ini sudah melalui proses yang cukup panjang yakni sejak Februari lalu, dan baru bisa mendapatkan Sertifikasi Jaminan Halal Grade A atau Excelent pada Agustus 2019.

"Ini sangat bersejarah di mana kita bisa mendapatkan Sertifikasi Jaminan Halal, meski baru di lingkungan produksi, ini tahap awal yang bagus. Sehingga, kita bisa menggaransi produk air yang kita hasilkan sudah berstatus halal. Pelanggan kita sekitar 95% muslim yang sangat peka pada status kehalalan. Ini bagian komitmen Aetra dalam peningkatan layananan pada pelanggan," jelas Edy dalam keterangan tertulis, Kamis (5/9/2019).

Menurut Edy, selain sebagai peningkatan layanan, jaminan halal pada produksi air Aetra diharapkan semakin banyak beralih berlangganan air dan meninggalkan penggunaan air tanah yang berdampak buruk pada lingkungan.

"Kita melangkah lebih jauh ke depan, sebelum konsumen yang meminta. Dan kita harus pertahankan ini selamanya. Dan kita tidak hanya berhenti di sini," tambahnya.

Dia mengatakan, sertifikasi halal untuk air bersih di Jakarta cukup vital, mengingat penggunaannya banyak untuk konsumsi seperti industri makanan minuman, air minum, dan memasak bagi pelanggan rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Halal LPOM MUI, Farid Mahmud, mengungkapkan jaminan status kehalalan air pipa sangat penting untuk pelangggan. Ini juga sejalan dengan pemberlakuan UU Nomor 23 Tahun 2013 tentang Jaminan Produk Halal.

"Ada 3 alasan. Alasan pertama tentu saja yuridis dimana akan diberlakukan UU Nomor 33 Tahun 2013. Di mana semua produk komsumsi yang beredar di Indonesia harus bisa menunjukkan status kehalalannya, dan ini mulai berlaku Oktober tahun ini. Jadi Aetra ini sudah selangkah di depan mengantisipasi pemberlakuan aturan ini," terang Farid.

Kedua, lanjut Farid, yaitu alasan etis. Dikatakannya, banyak air yang disalurkan Aetra digunakan untuk kebutuhan konsumsi, sehingga perusahaan memiliki kewajiban menyediakan produk yang halal yang bisa diterima pelanggan.

"Ketiga tentu alasan bisnis. Ada banyak kasus setelah dilakukan sertifikasi halal, ada tren kenaikan pelanggan. Ini tak hanya menyangkut peningkatan layanan dan kepuasan pelanggan, tapi juga jadi customer acquisition (penambahan pelanggan). Sehingga ada peningkatan kesadaran, masyarakat yang selama pakai air tanah bisa beralih jadi pelanggan karena percaya kualitas airnya terjaga dan kehalalannya terjamin," pungkas Farid.

Produksi air bersih Aetra saat ini sudah mencapai 10.800 liter per detik, dengan cakupan pelanggan lebih dari 450.000 sambungan di Timur Jakarta.



Tonton juga video Step by Step Pembuatan Sertifikasi Halal MUI:

[Gambas:Video 20detik]


(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com