detikNews
Selasa 03 September 2019, 12:48 WIB

Restorasi Hutan, APP Sinar Mas dan NGO Jepang Tanam 10 Ribu Pohon

Mustiana Lestari - detikNews
Restorasi Hutan, APP Sinar Mas dan NGO Jepang Tanam 10 Ribu Pohon Foto: Mustiana Lestari
Jakarta - Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas kembali berkolaborasi denganNGO asal Jepang Great Forest Wall Wall menanam 10 ribu bibit pohon. Penanaman tersebut dilakukan di area seluas 20 hektare di kawasan Giam Siak Kecil, Riau. Penanaman ini juga melibatkan International Tropical Timber Organization (ITTO), Belantara Foundation, dan masyarakat setempat.

"Kegiatan kita ini adalah 6 tahun bersama dengan komunitas Jepang stake holder kuta di sana dan volunter pecinta alam memfasilitasi mereka bisa menanam di area konservasi dengan 10 ribu bibit dan akan menanam di area yang terdegradasi di konsesi supplier APP," Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, Elim Sritaba, di di acara 6th Year Anniversary 10.000 Tree Planting Initiatives, Riau, Selasa (3/9/2019).

Sementara itu Direktur Eksekutif Great Forest Wall Project Makoto Nikkawa mengatakan pembangunan hutan berkelanjutan amat penting sekarang ini. Apalagi untuk menjaga keseimbangan alam perlu kerja sama semua pihak. Dia pun antusias dengan program kerja sama restorasi hutan yang dulu merupakan ide dari Professor Akira Miyawaki dan optimis akan terus berlanjut.

"Profesor Akira Miyawaki berpesan menjaga lingkungan itu simpel seperti kita tanam pohon seperti sekarang ini dan bisa dilakukan semua orang. Maka saya ucapkan terima kasih semoga program berjalan lancar dan saya berdoa untuk kemakmuran Indonesia," terangnya.

Restorasi Hutan, APP Sinarmas dan NGO Jepang Tanam 10 Ribu PohonFoto: Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas, Elim Sritaba/ Foto: Mustiana Lestari

Di lain pihak, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau Zaelani mengatakan berbagai cara dilakukan pemerintah setempat untuk merestorasi kembali hutan-hutan di Riau.

Saat ini terdapat ratusan hektare hutan yang terdegradasi di 25 desa di 3 kabupaten salah satunya di Giam Siak. "Kebetulan lokasi Giam Siak tidak jauh dari kota 30 km saja. Tentu kami harap ini (penanaman) bisa ditindaklanjuti di lokasi lain. Kami mendukung restorasi ini," tegasnya.

Sebagai informasi program ini telah berlangsung 6 tahun. Hal ini sejalan dengan rekomendasi ahli ekologi tanaman dari Yokohama National University di Jepang, Professor Akira Miyawaki. Pada kunjungannya ke area konservasi perusahaan tahun 2014 lalu, Miyawaki merekomendasikan penanaman spesies tumbuhan endemik demi mempercepat pemulihan hutan yang rusak. Sejak itu, 42.000 pohon dari berbagai spesies lokal telah ditanam di 87 hektare area konservasi.




(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com