detikNews
2019/09/02 16:40:32 WIB

Saksi Cerita Dimarahi Terdakwa Kasus Bakamla karena Keterangannya ke KPK

Zunita Putri - detikNews
Halaman 1 dari 2
Saksi Cerita Dimarahi Terdakwa Kasus Bakamla karena Keterangannya ke KPK Sidang Kasus Bakamla (Zunita/detikcom)
Jakarta - Sales Engineering PT Rohde and Schwarz Indonesia, Sigit Susanto, mengaku pernah dimarahi terdakwa kasus dugaan suap terkait proyek Bakamla, Erwin Sya'af. Dia mengaku dimarahi gegara memberi keterangan yang, menurutnya, sebenarnya tapi tak diharapkan Erwin.

Hal itu dikatakan Sigit saat menjadi saksi di persidangan lanjutan Erwin Sya'af di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019). Erwin adalah Managing Director PT Rohde dan Schwarz Indonesia.

Sigit mengatakan saat itu dimarahi Erwin pada April 2017 setelah memberikan keterangan ke penyidik. Dia waktu itu dipanggil Erwin menghadap ke ruangannya dan dimarahi karena dia memberi keterangan benar terkait total nilai pemesanan satelit monitoring (satmon).


"Pernah (dimarahi), saat bulan April 2017, itu sebelum sidang Pak Dami (Adami Octa), saat itu saya disuruh ke ruangan, kemudian ditunjukin BAP saya, itu kemudian di taruh di atas meja, 'kok kayak gini', seperti itu," ujar Sigit saat menirukan perkataan Erwin.

Sigit mengaku tidak tahu dari mana Erwin mendapatkan BAP Sigit ketika diperiksa penyidik. Jaksa penuntut umum pada KPK M Takdir kemudian membacakan BAP Sigit.

"BAP saksi nomor 67 menegaskan ya benar saudara Erwin Arif pernah memarahi saya terkait dengan keterangan yang saya berikan kepada penyidik KPK bahwa total harga yang saudara ketahui yang diberikan pada PT PT Rohde and Schwarz Singapura 8 juta euro, yang dikirimkan sebagaimana melalui email dan bukan 11,250 juta euro," kata jaksa Takdir.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com