detikNews
2019/08/29 14:38:11 WIB

Kata Kubu Wiranto soal 'Banting Kursi' yang Diprotes Pengacara Kivlan

Ferdinan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kata Kubu Wiranto soal Banting Kursi yang Diprotes Pengacara Kivlan Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Mediasi gugatan pembentukan Pam Swakarsa berakhir deadlock setelah gaduh di ruangan. Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta, melayangkan protes keras dengan surat organisasi advokat yang disebut dibawa pengacara Wiranto.

Pengacara Wiranto, Adi Warman, menepis tudingan bahwa dia membawa surat organisasi advokat ke hakim mediator. Menurut Adi, hakim mediator Nelson J Marbun yang membacakan surat organisasi advokat terkait pengacara Kivlan, Tonin Tachta.

"Jadi dalam proses mediasi, Pak Nelson memberitahu menerima surat dari majelis hakim tentang adanya pemberhentian sementara Tonin Tachta dari organisasi profesinya. Surat bukan dari saya, itu yang ngomong hakim mediator," kata Adi Warman saat dimintai konfirmasi, Kamis (29/8/2019).

Tim pengacara Kivlan sebagai penggugat, menurut Adi, keberatan atas pembacaan surat. Tonin Tachta dalam proses mediasi menyebut tidak ada persoalan dengan statusnya sebagai pengacara.

"Hakim bilang bagaimana tanggapan dari kuasa hukum tergugat? Tanggapan saya, saya bilang kita keberatan. Karena sesuai hukum acara sebaiknya dalam status ini (skorsing pengacara) tidak ikut, kan masih ada pengacara lain, kan timnya banyak. Tapi kuasa hukum penggugat dengan suara keras (bilang) dilanjut saja mediasi. Akhirnya mediasi dilanjut," sambung Adi.

Adi menjelaskan, surat yang dibacakan hakim mediator berasal dari DPP Kongres Advokat Indonesia. Dalam surat putusan pada 19 Juli 2019, disebutkan Tonin Tachta, dinyatakan diskors.

"Dan tidak diperkenankan menjalankan tugas profesi sebagai advokat, baik di dalam dan luar persidangan, selama 2 tahun terhitung tanggal putusan ini, tanggal 19 Juli. Tadi hakim membacakan," sebut Adi.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com