detikNews
Rabu 28 Agustus 2019, 14:50 WIB

Survei LIPI soal Pemilu Serentak 2019: 74% Publik Kesulitan Memilih

Ibnu Hariyanto - detikNews
Survei LIPI soal Pemilu Serentak 2019: 74% Publik Kesulitan Memilih Foto: Pemaparan survei LIPI (Ibnu/detikcom)
Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil survei nasional terkait penyelenggaraan Pemilu 2019. Berdasarkan survei publik, 74 persen responden menyatakan pilpres dan pileg yang digelar bersamaan menyulitkan pemilih.

"Mayoritas responden 74 persen mengaku bahwa pemilu serentak dengan mencoblos lima surat suara lebih menyulitkan bagi pemilih dibanding jika pemilu legislatif dan pilpres diselenggarakan terpisah. Hanya 24 persen menyatakan tidak kesulitan," kata peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin di kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2019).

Survei dilakukan pada 27 April-5 Mei 2019. Jumlah responden dalam survei sebanyak 1.500 dari seluruh provinsi di Indonesia. Selain survei publik, LIPI juga melakukan survei tersebut ke 119 tokoh dengan kriteria politisi, jurnalis, pengurus asosiasi pengusaha, tokoh agama, budayawan, tokoh gerakan perempuan hingga pemuda.


Metodologi yang digunakan dalam survei adalah wawancara tatap muka dengan mengunakan instrumen kuesioner. Margin of error sebesar +- 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, dalam survei kategori tokoh dengan pertanyaan yang sama, 86% responden menyatakan Pemilu 2019 menyulitkan pemilih. Sebanyak 14% menyatakan sebaliknya.

"86 persen responden (tokoh) setuju jika disebutkan bahwa pemilu serentak menyulitkan bagi pemilih. Hanya sekitar 14 persen yang menganggap skema pemilu serentak tidak menyulitkan," kata Wawan.


Selanjutnya, Wawan mengatakan responden kategori tokoh diberikan pertanyaan lanjutan, yaitu, 'apakah Anda setuju jika pemilu serentak seperti yang diterapkan pada Pemilu 2019 ini diubah?'. Hasilnya, 82 persen setuju pemilu serentak perlu diubah, sedangkan 18 persen tidak perlu diubah.

Responden yang menyatakan setuju kemudian diberikan pertanyaan soal sistem apa yang cocok menggantik sistem Pemilu Serentak 2019. Berdasarkan survei, kata Wawan, 46,9 persen menginginkan pemilu legislatif dan eksekutif dipisah, 34,7 persen ingin pada tingkat nasional dipisah dengan tingkat daerah, sedangkan 6,1 persen menginginkan semua pemilu baik pilpres, pilkada hingga pileg dipisah.



Tonton video Sanjungan Ketua DPR atas Pertemuan Jokowi-Prabowo:

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com