JK: Inovasi Teknologi Hanya Bermakna Bila Bisa Dikomersialkan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 14:17 WIB
Wapres Jusuf Kalla dalam peringatan Hakteknas 2019 di Denpasar, Bali, Rabu (28/8/2019) (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Denpasar - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta agar inovasi teknologi dapat dikomersialkan dan menjadi pemasukan bagi negara. Menurutnya, inovasi teknologi yang tidak bisa dipasarkan hanya menjadi teori yang memenuhi lemari buku.

"Suatu inovasi hanya bisa bermakna apabila dapat dikomersialkan. Kalau inovasi tidak dikomersialkan, (dan) tidak bisa dipasarkan, itu hanya untuk memenuhi lemari-lemari buku tempat kita menulisnya," kata JK dalam sambutannya di acara peringatan Hakteknas 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Kota Denpasar, Bali, Rabu (28/8/2019).

JK berharap ada kerja sama antara akademisi, universitas, dan pengusaha dalam mengkomersialkan inovasi teknologi.

"Memang begitu banyak MoU yang kita teken untuk itu. Tapi kita harus melaksanakan yang lebih baik lagi," ujarnya.


Diungkapkan JK, salah satu inovasi negara yang tidak dapat dikomersialkan adalah produksi pesawat N250 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). Diketahui, terbang perdana pesawat buatan anak bangsa itu pada 10 Agustus 1995 menjadi awal diperingatinya Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas).



"Memang hari peringatan Hakteknas, ini dimulai saat terbangnya (pesawat) N 250, yang kemudian sampai sekarang tidak diproduksi. Itu juga bukti bahwa apa pun yang kita buat selama tidak bisa dikomersialkan, tidak mempunyai makna yang besar bagi kita semuanya," imbuhnya.

"Karena itulah maka dalam acara ini juga tentu kita harapkan para pengusaha. Saya tentu juga bahagian dari tanggung jawab itu untuk bersama-sama bekerja. Pengalaman saya di dalam memajukan industri dan teknologi hanya bisa dengan keseriusan, fokus, dan kadang-kadang marah. Kadang-kadang keras memimpin. Banyak inovasi diciptakan karena tekanan yang keras dari atas," lanjutnya. (nvl/fdn)