detikNews
2019/08/27 22:03:16 WIB

Round-Up

Pin Kuningan di Dada Anggota DPRD DKI PSI

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pin Kuningan di Dada Anggota DPRD DKI PSI Foto: Anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI August Hamonangan (Dwi Andayani/ detikcom)
Jakarta - Pin berbahan kuningan akhirnya tersemat di dada anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ini merupakan komitmen PSI yang sebelumnya menolak penggunaan pin berbahan emas.

Mulanya, PSI mengambil langkah kontroversial sebelum resmi duduk di kursi di DPRD DKI. Mereka dengan tegas menolak pin emas untuk anggota dewan. Bahkan PSI sampai membuat surat pernyataan sikapnya. PSI menilai pengadaan pin emas untuk para anggota dewan hanya menghamburkan uang.

"Bahwa PSI menyadari bahwa pin penting sebagai identitas jabatan anggota dewan. Kami persoalkan adalah biaya ini. Kenapa emas? Kita hitung dari anggaran yang ada berarti pin senilai Rp 5 juta untuk dipakai," ucap Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest saat dihubungi, Selasa (20/8).


Pin emas yang dimaksud adalah pin yang akan dibagikan ke 106 anggota DPRD DKI 2014-2019. Rencananya, pin emas itu akan dibagikan hari ini. Ada dua pin emas 22 karat yang dibagikan yaitu seberat 5 gram dan 7 gram. Berdasarkan situs APBD Jakarta, total anggarannya Rp 1.332.351.130.

Namun, permintaan PSI untuk mengganti pin emas jadi kuningan awalnya tak mudah. Sekwan tidak menyanggupi itu dan mengatakan hanya menyediakan yang pin emas.

Sekwan menyebut Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2019, tentang Hak Keuangan Dewan, dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Namun, di pasal 9 hanya menyebut anggota dewan mendapat tunjangan kesejahteraan berupa pakaian dinas, dan atribut. Tidak dijelaskan soal pin harus tertulis emas.

Namun belakangan Sekwan DPRD menyediakan pin tembaga untuk anggota DPRD dari PSI. Bukan kuningan.

"Ya kita ada tembaga, kita siapkan tembaga," ujar Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).


Hingga akhirnya, hari ini Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyematkan pin tanda anggota dewan itu. Bahannya dari kuningan, bukan emas.

"Kami sudah menyatakan bahwa kami tidak menerima, menolak pin emas, yang saya pakai ini kuningan," ujar anggota DPRD DKI F-PSI August Hamonangan di gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

August mengatakan pin ini bukan didapat dari Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI, melainkan diberikan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI.

"Yang pasti nggak sekwan. Nggak, bukan sekwan yang sediakan, yang pasti dari DPW," kata August.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com