Wagub Jabar Minta Madrasah & Pesantren Melek Digital

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 27 Agu 2019 20:23 WIB
Foto: dok pemprov jabar
Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren atau madrasah agar semakin melek digital. Menurutnya, pemanfaatan digital menjadi penting untuk membuka peluang lembaga pendidikan tersebut untuk maju dan berkembang.

"Saya berharap kepada seluruh pondok pesantren, lembaga, atau yayasan ini harus melek digital sehingga peluang-peluang dari pemerintah ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Kalau bapak dan ibu yang ingin mendapatkan bantuan silakan ajukan melalui RKPD online. Maka dari itu bapak dan ibu harus melek digital," ujar Uu dalam keterangannya, Selasa (27/8/2019).


Hal tersebut disampaikan Uu dalam acara Pembinaan dan Workshop Guru Madrasah Pemilik SK Inpassing (Madrasah) Kabupaten Garut di Favehotel, Kabupaten Garut, hari ini.

Uu mengaku bahwa pihaknya ingin membangun kebersamaan dan sinergi dengan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pendidikan di Jawa Barat. Dengan begitu tidak ada dikotomi antara guru yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun guru madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Lebih lanjut Uu menjelaskan terkait berbagai program yang bisa dimanfaatkan lembaga pendidikan keagamaan. Salah satunya program One Pesantren One Product (OPOP) yang belum diserap oleh banyak pesantren, khususnya pesantren di pelosok.

"Untuk OPOP, itu banyak pesantren-pesantren yang di daerah, di pesantren tidak tersentuh dengan program OPOP. Padahal program ini adalah program kami untuk membantu pondok pesantren," ucapn Uu.


Uu menilai pelaksanaan program OPOP masih didominasi oleh pondok pesantren yang sudah maju atau ada di daerah perkotaan. Untuk itu, Uu mengatakan bahwa pada tahun depan ada pergeseran sasaran program OPOP yang ditujukan untuk pondok pesantren yang ada di pelosok, khususnya yang belum mandiri secara ekonomi.

"Program OPOP masih didominasi oleh mereka yang sudah maju pesantrennya ada di daerah perkotaan, meskipun itu sebenarnya hak bagi mereka karena mereka adalah pesantren. Tahun depan ada perpindahan segmen yaitu segmen pesantren yang ada di kampung, pesantren yang santrinya sedikit, asramanya masih kurang bagus. Itu yang kami harapkan tahun depan akan menerima OPOP," tutupnya. (ega/ega)