detikNews
Selasa 27 Agustus 2019, 14:56 WIB

Giliran Perusahaan Abu Tours Didakwa Cuci Uang Rp 1,2 T karena Tipu Jemaah

Andi Saputra - detikNews
Giliran Perusahaan Abu Tours Didakwa Cuci Uang Rp 1,2 T karena Tipu Jemaah Ilustrasi (Dok. detikcom)
Makassar - Pemilik Abu Tours, Hamzah Mamba, dihukum 20 tahun penjara karena menipu ribuan calon anggota jemaah umrah. Adapun istrinya, Nursyariah Mansur, dihukum 19 tahun penjara. Kini, perusahaannya dituntut untuk menanggung kerugian nasabah.

Berdasarkan dakwaan yang dikutip detikcom dari website PN Makassar, Selasa (27/8/2019), jaksa mendakwa PT Amanah Bersama Ummat, yang dalam hal ini diwakili oleh Hamzah Mamba. Selaku Direktur Utama (Dirut), dalam kurun 2012 sampai Maret 2018, bertempat di Kantor Pusat PT Amanah Ummat Bersama, telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Yaitu dana para calon jamaah umrah yang mendaftar pada PT Amanah Ummat Bersama senilai lebih-kurang sebesar Rp 1.214.091.220.242 dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul kekayaan, jika antara beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut," ujar jaksa.


Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 6 Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Pasal 3 menyatakan:

Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan dipidana karena tindak pidana Pencucian Uang dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).


Adapun pasal 6 UU TPPU berbunyi:

1. Dalam hal tindak pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 dilakukan oleh Korporasi, pidana dijatuhkan terhadap Korporasi dan/atau Personil Pengendali Korporasi.

2. Pidana dijatuhkan terhadap Korporasi apabila tindak pidana Pencucian Uang:

a. dilakukan atau diperintahkan oleh personel Pengendali Korporasi;
b. dilakukan dalam rangka pemenuhan maksud dan tujuan Korporasi;
c. dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi pelaku atau pemberi perintah; dan
d. dilakukan dengan maksud memberikan manfaat bagi Korporasi.

Rencananya pembacaan tuntutan akan dibacakan Rabu (28/8) esok hari.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com