detikNews
Selasa 27 Agustus 2019, 13:02 WIB

Penjelasan Ahok soal Sikapnya Terkait Pemindahan Ibu Kota

Arief Ikhsanudin - detikNews
Penjelasan Ahok soal Sikapnya Terkait Pemindahan Ibu Kota Ahok (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai viralnya kembali video wawancaranya soal pemindahan ibu kota adalah bentuk adu domba. Dia pun menjelaskan sikapnya tentang ibu kota yang dipindah dari Jakarta.

"Buat saya, pindah ibu kota karena lari dari masalah kemacetan saja jelas nggak tepat. Pak Jokowi dari dulu mengatakan pindah ibu kota bukan hindari kemacetan. Karena Jakarta tetap harus dibangun transportasinya sebab akan jadi pusat bisnis dan jasa," kata Ahok lewat pesan singkat, Selasa (27/8/2019).

"Pindah ibukota bukan untuk lari dari masalah tetapi untuk pemerataan pembangunan keluar dari Jawa itu benar," sambungnya.



Dia lalu menyertakan dua tulisan tentang pengumuman Jokowi soal pemindahan ibu kota. Yang pertama adalah tentang alasan pemindahan ibu kota untuk mengurangi beban Jakarta dan Jawa serta yang kedua berisi pernyataan Jokowi bahwa Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan.

"Alasan pindah ibukota beda sekali dengan pertanyaan dalam wawancara dengan aku," ujar politikus PDIP ini.

Video lawas yang viral ini direkam saat Ahok menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowi. Video ini diviralkan lagi di media sosial setelah Jokowi mengumumkan pemindahan ibu kota. Bagi Ahok, ini merupakan adu domba.

"Itulah politik peninggalan kolonial Belanda. Maunya adu domba dengan konteks berbeda dan pertanyaan yang tidak sama," ungkap Ahok.



Dalam video lawas itu, presenter membacakan pertanyaan dari warga tentang pemindahan ibu kota. Berikut cuplikan tanya jawabnya:

Presenter: Menurut Pak Jokowi dan Ahok, perlukah pemindahan ibu kota ke tempat lain? Atau menunggu Jakarta menjadi megapolitan yang crowded? Ada lagi "apakah bapak setuju jika ibu kota dipindahkan? Atau bapak berpikir bahwa Jakarta masih layak untuk menjadi ibu kota?"

Ahok: Saya kira kalau soal pindahkan ibu kota tergantung pemerintah pusat dan DPR. Kalau buat saya, rakyat kita masih susah, kalau buat saya pribadi, untuk apa habisin Rp 800 triliun hanya untuk mengatasi gara-gara sini macet, lalu ibu kota pindah padahal bikin loopline kereta api cuma Rp 30 triliun. Jadi kan ini bukan karena ada masalah lalu lari dari masalah gitu lho, itu pendapat saya. Kalau sini macet ya diatasi dong macetnya. Bukan berarti lalu bikin proyek yang lebih berapa ratus triliun. Itu juga masalah baru lagi. Lebih cepat di sini kok. Kalau saya, lebih gampang gimana? Beli aja bus yang banyak kalau pemerintah pusat mau bikin lancar. Kasih bus gratis.




Jokowi Bicara Alasan Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim:

[Gambas:Video 20detik]


Penjelasan Ahok soal Sikapnya Terkait Pemindahan Ibu Kota

(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com