detikNews
Selasa 27 Agustus 2019, 09:52 WIB

Rektor Asing Resmi Masuk RI, Komisi X Minta Pemerintah Kaji Ulang

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Rektor Asing Resmi Masuk RI, Komisi X Minta Pemerintah Kaji Ulang Hetifah Sjaifudian (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - Komisi X DPR RI meminta Menristekdikti mengkaji ulang kebijakan mendatangkan rektor dari luar negeri. Komisi X berpendapat mendatangkan rektor asing belum tentu jadi solusi permasalahan saat ini.

"Mengkaji ulang itu bahwa mengimpor rektor semata tidak akan jadi solusi. Maka dikaji ulang itu pertama apa sebenarnya problem yang dihadapi perguruan tinggi kita dan bagaimana caranya," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat dihubungi, Senin (26/8/2019).



Hetifah berpendapat, masalah yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia saat ini bukanlah kekurangan sosok pemimpin. Dia menyebut ada faktor pendukung lain yang mempengaruhi perkembangan sebuah perguruan tinggi.

"Kami rasa masalah utama perguruan tinggi di Indonesia itu bukan kekurangan SDM leader atau pemimpin, tapi kekurangan dukungan. Secara komprehensif kan dukungan itu macam-macam, termasuk dukungan anggaran, dukungan sarana-prasarana dan lainnya," ujarnya.

"Jadi kalau nanti kita mendatangkan rektor asing tapi tidak ada support dukungannya, itu saya kira dia juga akan frustrasi," imbuhnya.



Dia berharap kebijakan ini tidak diterapkan di perguruan tinggi negeri. Menurutnya kebijakan tersebut boleh saja diterapkan pada perguruan tinggi swasta sebagai bahan pembelajaran.

"Kalau memang pak Menristekdikti sudah merasa yakin dan bersikeras, saya dalam beberapa kesempatan juga mengatakan ya silahkan diujicobakan tapi jangan di universitas negeri, PTNBH seperti UI, ITB,UGM yang sudah bagus dan merasa mereka juga memiliki banyak SDM. Contohnya di ITB saja lebih dari 800 doktor, masa tidak ada rektor yang mempuni," ujarnya.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir memperkenalkan Jang Youn Cho untuk memimpin Universitas Siber Asia, dan menjadi rektor asing pertama di Indonesia. Nasir mengatakan pelibatan rektor asing itu untuk memacu kualitas bukan menjajah bangsa sendiri.

"Harapan saya mereka bisa berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas, jadi bukan kita berpikir penjajahan. Nggak ada di dunia perguruan tinggi manapun, semua perguruan tinggi di dunia berkolaborasi," kata Nasir di sela Pembukaan Kegiatan Ilmiah dan Rakornas Inovasi 2019 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Senin (26/8/2019).



Menristekdikti: Jokowi Setuju soal Rektor Asing, Tapi...:

[Gambas:Video 20detik]


(abw/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com