detikNews
Selasa 27 Agustus 2019, 06:36 WIB

Pernyataan Habib Rizieq soal BPIP Jadi Catatan Kemendagri Terkait SKT FPI

Tim detikcom - detikNews
Pernyataan Habib Rizieq soal BPIP Jadi Catatan Kemendagri Terkait SKT FPI Habib Rizieq (Foto: Baban Gandapurnama-detikcom)
Jakarta - Habib Rizieq Syihab menyerang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dianggapnya tidak paham hakikat dan esensi Pancasila. Kemendagri menyebut pernyataan imam besar FPI itu menjadi catatan dalam proses perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) FPI.

"Tentunya menjadi catatanlah," kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo kepada wartawan Senin (26/8/2019).



Sementara itu, Kapuspen Kemendagri Bahtiar menjelaskan diperpanjang atau tidaknya SKT FPI tergantung pemenuhan syarat-syarat yang tercantum dalam permendagri. Sampai saat ini, menurut Bahtiar, masih ada syarat perpanjangan SKT yang belum dipenuhi FPI.

"Tapi itu kan diatur Permen 57 kalau pendaftaran itu berkaitan administrasi negara, sepanjang tidak terpenuhi itu ya tidak diberikan kan sampai sekarang belum terpenuhi," ujar Bahtiar saat dihubungi terpisah.



Sebelumnya, Rizieq menyinggung soal BPIP ini dalam pidatonya di milad ke-21 FPI lewat video dari Mekah yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8). Milad FPI sendiri diadakan di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.

Rizieq mengatakan Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia, bukan pilar negara. Dia menyebut ada pihak yang menyebut Pancasila sebagai pilar negara yang dia nilai sama sekali tidak paham konstitusi bahkan gagal paham tentang dasar negara Republik Indonesia.

"Ironisnya justru rezim perselingkuhan antara komunis sosialis dan liberal kapitalis yang mulai berkuasa sejak reformasi laten kiri 1998, yang merasa paling NKRI dan paling pancasilais, telah dengan sengaja menggeser Pancasila yang berintikan Ketuhanan Yang Maha Esa dari dasar negara menjadi pilar negara. Dan parahnya mereka sosialisasikan pergeseran ilegal dan inkonstitusional tersebut secara sistematis melalui lembaga-lembaga tinggi negara bahkan melalui lembaga tertinggi negara," ujar Rizieq.

"Lebih parahnya lagi rezim yang tidak paham hakikat Pancasila ini telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat BPIP. Dengan anggota yang juga tidak paham esensi Pancasila tapi digaji lebih dari Rp 100 juga rupiah per bulan tiap anggotanya hanya untuk menonton dagelan penghianatan pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara," sambungnya.

Karena itu, lanjut Rizieq, dia meminta jangan ada yang menyalahkan jika BPIP dikritisi, bahkan diminta dibubarkan.

"Jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah badan penghianat ideologi Pancasila sehingga harus dibubarkan. Karena bukan saja pemborosan uang negara tapi juga sangat berbahaya buat eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un ," ucapnya.



Habib Rizieq: Rezim Ini Minta Pemerintah Saudi untuk Cekal Saya:

[Gambas:Video 20detik]

Pernyataan Habib Rizieq soal BPIP Jadi Catatan Kemendagri Terkait SKT FPI

(knv/abw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com