detikNews
Senin 26 Agustus 2019, 11:38 WIB

Makassar Tolak Rasisme, Syahrul Limpo: Gimana Kalau Kita Dibilang Monyet?

Hermawan Mappiwali - detikNews
Makassar Tolak Rasisme, Syahrul Limpo: Gimana Kalau Kita Dibilang Monyet? Syahrul Yasin Limpo bicara di diskusi antirasisme. Foto: Hermawan Mappiwali/detikcom
Makassar - Sejumlah tokoh Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan tidak boleh ada rasisme di Kota Makassar. Rasisme dianggap sebagai ancaman serius bagi persatuan bangsa.

"Bangsa lain sudah semakin maju dengan industri 4.0 dan kecerdasan buatannya, kemudian kita justru terusik dengan persoalan identitas suku bangsa dan agama," kata eks Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat jadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) di Warkop Phoenam, Jalan Boulevard, Panakkukang Makassar, Senin (26/8/2019).

"Papua adalah kita, Aceh adalah kita. Makassar tidak boleh dipisahkan dari Papua. Bagaimana jika ada bangsa lain yang mengatakan kita monyet, apa yang kita lakukan?" imbuhnya.


FGD kebangsaan bertajuk 'Dari Makassar Untuk Indonesia Damai' tersebut juga menghadirkan dua pembicara lainnya, yakni rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis dan rektor UNM Makassar Prof Husain Syam.

Diskusi tersebut tidak terlepas dari polemik kasus mahasiswa Papua di Surabaya yang turut berimbas ke sejumlah wilayah di Papua dan Kota Makassar.

Sementara itu, rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan menilai Makassar bisa menjadi juru damai bangsa.

"Kita orang Makassar justru terbiasa sebagai juru damai," ujar Hamdan.


Kemudian, rektor UNM Makassar Prof Husain lebih menekankan pemerataan pembangunan di sejumlah daerah betul-betul direalisasikan.

"Pemerintah perlu mengakselesarasi pembangunan di seluruh wilayah NKRI melalui pola pembangunan yang berbasis pemerataan," kata Husain.

"Tapi bukan konsep semata, pemerintah hari ini sudah merencanakan pemindahan ibu kota, ini adalah hal yang baik. Saya justru mengatakan, ini terlambat. Mestinya sejak dulu dipikirkan sistem pemerataan seperti ini (pemindahan ibu kota). Minimal menggilir 5 kota besar," tandasnya.




Simak video Aksi Kamisan dan Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa Anti Rasisme:

[Gambas:Video 20detik]


(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com