detikNews
Senin 26 Agustus 2019, 09:20 WIB

Menteri PPPA Dukung Vonis Kebiri Kimia untuk Predator Anak di Mojokerto

Tsarina Maharani - detikNews
Menteri PPPA Dukung Vonis Kebiri Kimia untuk Predator Anak di Mojokerto Menteri PPPA Yohana Yembise/Foto: IWAPI
Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mendukung putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto yang menjatuhkan hukuman kebiri kimia terhadap Muh Aris (20). Yohana menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

"Kemen PPPA tidak menoleransi segala bentuk kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak. Kemen PPPA mengapresiasi putusan yang dilakukan oleh Hakim Pengadilan Negeri Mojokerto atas pemberlakuan hukuman pidana tambahan berupa pidana kebiri kepada terdakwa," kata Yohana dalam keterangan tertulis, Senin (26/8/2019).


Ia mengapresiasi langkah majelis hakim PN Mojokerto atas vonis hukuman pidana kebiri itu. Menurut Yohana, hukuman tersebut merupakan langkah maju Indonesia dalam memberikan efek jera terhadap pelaku kekerasan seksual.

"Majelis Hakim PN Mojokerto menjadi yang pertama di Indonesia menerapkan pemberatan hukuman dengan pidana kebiri kimia bagi pelaku kekerasan seksual pada anak. Hal ini merupakan sebuah langkah maju yang diharapkan mampu memberikan efek jera bagi terdakwa," ujarnya.


Yohana menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menyatakan tindak kekerasan seksual merupakan kejahatan luar biasa. "Kita ketahui bahwa Presiden telah menyatakan bahwa kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa sehingga diperlukan pemberatan hukuman dimana pelakunya dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku, dan tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (6) dan (7) pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang 1 Tahun 2016 yang kemudian ditetapkan melalui Undang-Undang No. 17 Tahun 2016," jelasnya.

Diberitakan, seorang tukang las di Mojokerto, Muh Aris (20) dijatuhi hukuman kebiri kimia. Ia juga harus menjalani hukuman penjara selama 12 tahun dan denda Rp 100 juta karena memperkosa 9 anak.

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto memutuskan Aris bersalah melanggar Pasal 76 D juncto Pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak. Vonis tersebut tertuang dalam Putusan PN Mojokerto nomor 69/Pid.sus/2019/PN.Mjk tanggal 2 Mei 2019.

"PN Mojokerto menyatakan Aris bersalah melalukan kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengan menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pidana kebiri kimia kepada Aris," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto Nugroho Wisnu kepada detikcom, Jumat (23/8).



YLBHI Tak Setuju Pelaku Perkosa 9 Anak Dihukum Kebiri:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com