detikNews
Senin 26 Agustus 2019, 09:04 WIB

Asap Pekat, Ini Alasan Disdik Pekanbaru Belum Meliburkan Sekolah

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Asap Pekat, Ini Alasan Disdik Pekanbaru Belum Meliburkan Sekolah Foto: Chaidir/detikcom
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Pekanbaru - Sudah berjalan dua bulan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau masih berlangsung berimbas pada asap pekat. Belum ada kebijakan untuk meliburkan siswa di Pekanbaru. Ini alasannya.

"Hingga saat ini memang belum ada kebijakan meliburkan sekolah di Pekanbaru ini. Tidak hanya kita, tapi kabupaten yang ada titik apinya juga belum ada kebijakan meliburkan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Abdul Jamal saat dikonfirmasi detikcom, Senin (26/8/2019),

Jamal menjelaskan, pihaknya belum memutuskan kebijakan meliburkan sekolah terutama TK dan SD, karena kondisi asap yang fluktuatif. Terkadang cuaca di Pekanbaru terbebas asap, kadang kala terselimuti asap tebal.

"Untuk menentukan libur tidaknya, kita melihat pada indeks standar pencemaran udara (ISPU). Kalau PM10-nya masih 100 ya tentu belum bisa kita meliburkan. Kalau sudah di angka 200 (kondisi sangat tidak sehat), barulah kita meliburkannya," kata Jamal.

Kondisi saat ini, ISPU di Pekanbaru rata-rata masih diambang batas. Statusnya pada level sedang serta mulai tidak sehat.


"Kan saya tidak sembarangan juga untuk meliburkan sekolah, tanpa ada alasan yang jelas. Nanti kalau saya ditanya menteri (Mendiknas) alasan apa meliburkan sekolah tanpa ada bukti yang kuat, malah salah," kata Jamal.

Karena itu, kata Jamal, hari ini akan ada rapat yang dimpimpin Wali Kota Pekanbaru, Firdaus soal pembahasan anak sekolah di tengah asap. Pembahasan hari ini akan menentukan mekanismes soal meliburkan anak-anak sekolah.

"Hari ini kita akan rapat membahas masalah itu. Langsung dipimpin Pak Wali. Bagaimana nanti hasilnya, kita lihat dalam rapat," kata Jamal.

Sekalipun belum ada kebijakan meliburkan, kata Jamal, dia sudah mengimbau kepada wali murid jika perserta didik memiliki riwayat ISPA atau kondisi badan tidak sehat karena asap, dipersilahkan orang tuanya meliburkannya.

"Saya sudah sampaikan ke pihak sekolah, jika ada perserta didik yang kurang sehat karena asap, dipersilahkan orangtuanya meliburkan. Kita sampaikan, tidak ada pemberian sanksi, itu sudah saya sampaikan," kata Jamal.


Menurut Jamal, kebijakan untuk meliburkan atau tidak sebenarnya bukan persoalan yang sulit. Hanya saja untuk mengeluarkan kebijakan tersebut, harus ada mekanismenya dan alasan yang kuat untuk menentukan kebijakan meliburkan.

"Kan asap juga ada di rumah, di mana-mana ada asap. Kalau sekedar meliburkan bukan hal yang sulit, dan saya rasa itu juga solusinya. Solusi yang tepat, ya kebakaran lahan harus segera teratasi," kata Jamal.

"Walau demikian, kita lihat nanti hasil rapat bersama Wali Kota. Kita akan melibatkan sejumlah instansi terkait dalam rapat ini," kata Jamal.

Kepala Disdik Pekanbaru yang membawahi SD dan SMP ini, menyebutkan sejauh ini di Riau belum ada kebijakan dari masing-masing Pemda meliburkan sekolah.

"Di tempat kita inikan tidak ada kebakaran lahan. Asap kiriman dari sejumlah kabupaten. Nah, kabupaten yang ada kebakarannya belum ada meliburkan sekolah," tutup Jamal.

"Selama ini kita mengimbau ke masing-masing sekolah, kalau memang asap pekat, silahkan ambil kebijakan masing-masing terkait asap. Kalau memang pekat, silahkan jam belajarnya dipersingkat," kata Jamal.



Tonton juga video Jambi Dikepung Kabut Asap Kiriman Karhutla Musi Banyuasin:

[Gambas:Video 20detik]


(cha/aan)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com