detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 16:04 WIB

Soal Pin Emas, PSI Sebut Zulkifli Hasan Terlalu Lama Nikmati Uang Rakyat

Mochamad Zhacky - detikNews
Soal Pin Emas, PSI Sebut Zulkifli Hasan Terlalu Lama Nikmati Uang Rakyat Pin emas DPRD DKI (Dok. Taufiqurrahman)
Jakarta - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas) menuding pihak yang mempersoalkan pin emas untuk anggota Dewan sedang mencari popularitas. PSI, sebagai pihak yang mempermasalahkan pengadaan pin emas, menyayangkan sikap Zulhas.

"Sebagai Ketua MPR, seharusnya Pak Zulhas mendukung niat baik PSI untuk tidak ikut menghamburkan uang rakyat. Bukan justru menyerang niat baik kami ini. Ini seperti ingin membiasakan yang benar, tapi diserang oleh yang membenarkan yang biasa," kata juru bicara DPP PSI Dedek Prayudi kepada wartawan, Minggu (25/8/2019).




Dedek kemudian menyebut Zulhas sebagai politikus senior yang sudah lama menikmati uang rakyat yang dihambur-hamburkan. Dia mengaku memaklumi sikap Ketua Umum PAN itu sebagai politikus lama.

"Kami maklum, sebagai politisi lama, kami pikir Pak Zulhas sudah terlalu lama menikmati penghamburan uang rakyat hingga menganggap penghematan uang rakyat adalah sesuatu yang salah, pencitraan," jelasnya.

Dedek menegaskan pengadaan pin emas untuk anggota Dewan tidak perlu dilakukan. Sebab, menurut PSI, pengadaan pin emas tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja anggota Dewan.

"Perihal pin keanggotaan DPRD, PSI tegas bahwa pin emas ini adalah penghamburan uang rakyat karena terlalu mahal untuk sesuatu yang tak ada hubungannya dengan kinerja. Silakan ambil, kami tidak akan ambil. Jangan salahkan kami yang ingin membiasakan yang benar," terang Dedek.




Dedek menyarankan agar pin untuk anggota Dewan tidak perlu berbahan emas. Lebih baik, sambung dia, beli saja pin berbahan kuningan yang harganya lebih murah.

"Kalau memang untuk kebutuhan simbolis, maka pakai saja yang lebih murah, seperti pin berbahan kuningan, di online shop," ucapnya.

Ketua MPR Zulkilfi Hasan (Zulhas) sebelumnya heran terhadap para pihak yang meributkan pengadaan pin emas untuk anggota Dewan. Dia menyebut pengadaan pin emas jangan dijadikan senjata untuk mencari popularitas.

"Aduh kita soal pin saja ribut. Ya ini negara ini Papua lebih gede. Pin itu kalau nggak mau... ngapain cari-cari popularitas dari situ. Menurut saya, kalau nggak mau, jangan diambil, kelar," kata Zulhas kepada wartawan di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (25/8).




Tonton Video PSI Tolak Pin Emas untuk DPRD Jakarta:

[Gambas:Video 20detik]


(zak/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com