detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 15:20 WIB

Pro-Airlangga Tepis Loyalis Bamsoet: Klaim Dukungan 92% Ada Hitungannya

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Pro-Airlangga Tepis Loyalis Bamsoet: Klaim Dukungan 92% Ada Hitungannya Ridwan Bae (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet), Sirajuddin Abdul Wahab, meragukan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang mengklaim sudah mengantongi 92% dukungan untuk menjadi ketum lagi. Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae menyebut klaim Airlangga didasari hitung-hitungan yang bersangkutan.

"Dalam dunia politik kan semua orang bisa berpendapat. Pak Airlangga juga mengklaim 92% itu juga berdasarkan hitungan Pak Airlangga yang juga dibuktikan dengan dukungan hampir semua DPD I dan DPD II seluruh Indonesia. Tentu Airlangga bicara dengan data dia lihat data dukungan itu," kata Ridwan Bae saat dihubungi, Minggu (25/8/2019).


Meski demikian, Ridwan Bae tak menyoal pernyataan Sirajuddin. Dia menyebut pernyataan Sirajuddin mungkin juga didasari pandangan pribadi. Menurutnya, semua orang berhak berpendapat.

"Tapi bahwa pihak Bamsoet menilai lain, itu juga hak mereka juga berpendapat seperti itu, tidak bisa juga kita larang. Namanya juga dia berpendapat berdasarkan pengamatan dia juga," kata Ridwan Bae.


Satu hal yang diharapkan Ridwan Bae terkait pencalonan Ketum Partai Golkar periode 2019-2024 ialah suasana kondusif partai. Dia berharap Partai Golkar tetap solid.

"Satu harapan besar saya sebenarnya adalah Golkar ini di bawah Pak Airlangga baru-baru sudah mulai tenang, meskipun kita turun enam kursi, tetapi bahwa 6 kursi itu layak juga kurang-lebih satu setengah tahun perjalanan Golkar. Tapi sudahlah, yang ingin saya katakan bahwa perbedaan ini hanya perbedaan mau pleno secepatnya dan mau rapim secepatnya di kubu Bamsoet ya, kemudian munas secepatnya," ucap Ridwan Bae.

"Di sisi lain, Pak Airlangga sebagai ketum dengan segala juga kelompoknya, dalam hal ini sebagian pengurus, berpendapat bahwa terbaik dilaksanakan sesuai dengan tahun pelaksanaan munas dalam kurun lima tahunan gitu, yaitu Desember," imbuh anggota DPR itu.


Ridwan Bae berharap Airlangga dan Bamsoet bersabar dan saling mengalah. Dia tidak ingin Partai Golkar terbelah lagi seperti kasus Ancol dan Bali karena itu melelahkan.

Sebagai Ketua DPD I Provinsi Sultra, Ridwan melihat Airlangga dan Bamsoet sebagai simbol partai. Airlangga merupakan ketum dan Menteri Perindustrian era Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi), sedangkan Bamsoet saat ini menjabat Ketua DPR RI.

"Keduanya saya berharap bersatu bagaimana caranya demi Golkar sehingga tidak terjadi perdebatan-perdebatan yang seperti ini," katanya.

Terkait pelaksanaan Munas Partai Golkar, Ridwan Bae menyebut tak ada salahnya jika Airlangga melaksanakan sesuai dengan kebiasaan, yakni setiap lima tahun sekali pada Desember.

"Kalau mau misalnya Pak Airlangga mau melaksanakan sekarang kan bukan suatu masalah misalnya, tetapi kalau juga Pak Airlangga melaksanakan juga Desember di mana juga masalahnya?" ucap dia.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com