detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 14:05 WIB

Festival Budaya Semarakkan Sosialisasi 4 Pilar di 'Serambi Madinah'

Akfa Nasrulhak - detikNews
Festival Budaya Semarakkan Sosialisasi 4 Pilar di Serambi Madinah Foto: Dok MPR
Jakarta - Sekretariat Jenderal MPR RI menggelar 'Festival Budaya Gorontalo' di tempat yang dirintis dan dibangun oleh Yosep Tahir Maruf (Yotama) seorang tokoh budaya keturunan dari kerajaan Bubohu 1750.

Festival dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR ini tepatnya digelar di Taman Wisata Religius Bubohu, Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.

Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas MPR RI, Muhamad Jaya, mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan pagelaran seni budaya tersebut.

"Saya bangga karena acara 'Festival Budaya Gorontalo' sangat mendukung kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI," ujar Muhamad Jaya, dalam keterangan tertulis, Minggu (25/8/2019).


Dalam ajang 'Festival Budaya Gorontalo' yang digelar Sabtu (25/8/2019) di kota yang berjulukan 'Serambi Madinah' tersebut, Muhamad menjelaskan MPR memilih seni budaya sebagai salah satu metode sosialisasi. Hal itu karena di dalam seni budaya ini, mengandung filosofi yang berisi tuntunan untuk dijadikan panutan, selain sebagai tontonan.

"Mudah-mudahan 'Festival Budaya Gorontalo', memberi manfaat untuk masyarakat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Muhamad.

Selain itu, lanjut Muhamad, melalui pagelaran festival budaya ini, MPR telah melakukan dua hal, yakni Sosialisasi Empat Pilar dan mendukung pelestarian seni budaya nusantara.

"MPR ikut melestarikan dan menjaga seni budaya leluhur kita," ujarnya

Pagelaran Seni Budaya 'Festival Budaya Gorontalo' di Gorontalo ini dibuka oleh anggota MPR RI Elnino M. Husein Mohi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penjajah masuk ke negeri ini melalui perdagangan dan kebudayaan. Kita pernah dijajah melalui VOC yang memonopoli harga perdagangan dan penjajahan melalui kebudayaan oleh Belanda selama 150 tahun yang menghancurkan adat dan kebudayaan di negeri ini.

"Oleh karena itu mari kita sama-sama menyadari bahwa yang kita urus adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara yang memiliki beragam kebudayaan dan adat istiadat, bukan negara milik satu kelompok atau etnis tertentu," ujarnya.

Salah satu kiat untuk menjaga adat istiadat dan kebudayaan asli, lanjut Elnino, adalah dengan mengingat dan mengamalkan Pancasila. Dari hal itu, maka MPR melakukan sosialisasi dengan metode Pagelaran Seni Budaya ke seluruh penjuru tanah air.

"Mari kita lindungi seni budaya kita dari pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan peradaban asli Indonesia," tegasnya.


Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Kabupaten Gorontalo, Selmin Papeo menyampaikan terima kasih kepada MPR yang mengadakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Taman Wisata Religius Bubohu. Ia berharap kepada warga yang hadir untuk menghayati dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehar-hari makna yang terkandung dalam Empat Pilar ini.

"Mudah-mudahan dengan memahami Empat Pilar kita dapat menjaga dan melestarikan kebuyaan yang diwariskan oleh nenek moyang kita," tuturnya.

Selain menampilkan beragam seni budaya yang bernuansa Islam, festival ini juga diisi dengan acara Diskusi Kebudayaan, dengan narasumber Elnino M. Husein Mohi, Muhamad Jaya, Prof Abdul Haris Panai dan Karim Pateda.

Hadir juga pada acara tersebut Kepala Desa Bongo, Bahtiar M. Yunus, Kapolsek, Danramil dan ratusan undangan yang tampak antusias mengikuti serta menyaksikan acara yang menampilkan di antaranya Parade Walima, Tanggomo dan Diskusi Kebudayaan.
(akn/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com