detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 09:59 WIB

Rizieq Sebut BPIP Pengkhianat, Ngabalin: Fitnah Nggak Boleh dalam Agama

Tim detikcom - detikNews
Rizieq Sebut BPIP Pengkhianat, Ngabalin: Fitnah Nggak Boleh dalam Agama Ali Mochtar Ngabalin (Lisye/detikcom)
Jakarta - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin membela Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) soal esensi Pancasila yang disinggung imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Ngabalin justru mempertanyakan pengetahuan Rizieq soal Pancasila.

"Apa masalahnya dengan BPIP yang menurut Rizieq bermasalah, seberapa jauh pengetahuannya tentang Pancasila dan kehadiran BPIP yang meresahkan dirinya atau apa yang menjadi dasar bukti-bukti pengkhianatan yang dimaksudkan, kehebatan apa sih Rizieq, punya pemahaman tentang Pancasila? Sehingga berani menuduh BPIP itu sebagai bentuk institusi pengkhianat," ujar Ngabalin kepada wartawan, Sabtu (24/8/2019).



Soal BPIP pengkhianat ini disampaikan Habib Rizieq saat Milad Ke-21 FPI, Sabtu (24/8). Rizieq menyampaikan hal tersebut lewat video dari Mekah yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV.

Awalnya Habib Rizieq mengatakan BPIP tidak paham hakikat dan esensi Pancasila. Dia juga mengatakan Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia, bukan pilar negara.

Tak hanya itu, dia juga menyoroti gaji anggota BPIP yang angkanya mencapai ratusan juta rupiah. Padahal, kata Rizieq, BPIP tak paham esensi Pancasila. Atas dasar itu, Habib Rizieq memiliki makna sendiri soal akronim BPIP. Dia menyebut BPIP adalah Badan Pengkhianat Ideologi Pancasila.

Kembali ke Ngabalin, dia lantas berbicara awal mula Presiden Jokowi membentuk BPIP. Dia menjelaskan BPIP lahir sebagai bentuk ikhtiar pemerintah untuk memfilter paham-paham yang jauh dari nilai Pancasila.



"Ikhtiar itulah maka Presiden Jokowi setelah tidak ada BP-7 membuat mengeluarkan peraturan presiden terkait pembentukan badan pembinaan ideologi Pancasila. Apa yang salah dari situ? Jadi kalau nanti Rizieq menggunakan diksi-diksi yang dengan meaning dengan akronim yang beda, badan pengkhianatan itu, seterusnya biar umat bangsa Indonesia memberikan penilaian seberapa tingkat kebenciannya Rizieq terhadap pemerintahan Jokowi, dan seberapa jauh kehebatannya Rizieq dalam memahami Pancasila," tuturnya.

"Jangan begitu dong sebagai ulama, habaib, orang yang punya kepemahaman ilmu dengan baik, jangan menggunakan narasi diksi yang cenderung menimbulkan prasangka yang penuh dengan fitnah, nggak boleh dilarang oleh agama," terangnya.

Sebelumnya, Rizieq meminta agar tidak ada yang menyalahkan jika BPIP dikritik, bahkan diminta dibubarkan.

"Jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah badan pengkhianat ideologi Pancasila sehingga harus dibubarkan. Karena bukan saja pemborosan uang negara, tapi juga sangat berbahaya buat eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Innalillahi wa innailayhi rajiun," ucap Rizieq.
(idn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com