detikNews
Minggu 25 Agustus 2019, 09:30 WIB

Belum Ada Tersangka Kasus Vitamin Kedaluwarsa, Polisi Periksa 8 Saksi

Eva Safitri - detikNews
Belum Ada Tersangka Kasus Vitamin Kedaluwarsa, Polisi Periksa 8 Saksi Foto: thinkstock
Jakarta - Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus apoteker yang memberikan obat kadaluwarsa kepada ibu hamil di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

"Belum, masih proses (pemeriksaan),"ujar Kanit Polsek Penjaringan Kompol Mustakim, ketika dihubungi, Minggu (25/8/2019).
Setidaknya 8 saksi sudah dilakukan pemeriksaan. Saksi tersebut mulai dari korban, pegawai puskesmas, hingga pihak puskesmas.

"Sudah ada 8 orang, ya itu, pegawai puskesmasnya, bumil hingga jajaran pihak rumah sakit," ucap Mustakim.

Diketahui, seorang ibu berinisial N melaporkan pihak Puskesmas Kamal Muara ke Polsek Penjaringan pada 15 Agustus 2019. Dalam laporan bernomor 940/K/VIII/2019/SEK.PENJ, pihak Puskesmas dilaporkan atas tuduhan Pasal 8 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
N melaporkan pihak Puskesmas karena diduga telah memberikan vitamin kedaluwarsa. Dia mengaku mengalami mual-mual, muntah, hingga perutnya kesakitan setelah mengkonsumsi vitamin kedaluwarsa.

Selain aparat kepolisian Dinkes DKI Jakarta juga melakukan penyelidikan terkait dugaan pemberian vitamin kedaluwarsa terhadap ibu hamil ini. Dinkes menilai ada kesalahan standar prosedur operasional (SPO) dalam kasus tersebut.

"Kejadian pemberian vitamin kedaluwarsa terjadi karena adanya SOP tata kelola kefarmasian yang tidak dijalankan dengan benar," ucap Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Ani Ruspitawati, dalam keterangannya, Jumat (23/8/2019).
(eva/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com