Ketua OJK Wimboh Santoso Bakal Dikukuhkan Jadi Guru Besar UNS

Ketua OJK Wimboh Santoso Bakal Dikukuhkan Jadi Guru Besar UNS

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 24 Agu 2019 20:30 WIB
Foto: Bayu Ardi Isnanto
Foto: Bayu Ardi Isnanto
Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso akan dikukuhkan menjadi guru besar tidak tetap Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pengukuhan akan dilaksanakan Senin (26/8/2019) lusa di Auditorium GPH Haryo Mataram.

Wimboh menjadi guru besar pertama yang berstatus tidak tetap di bidang ilmu manajemen risiko di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS. Kehadiran Wimboh diharapkan dapat menjadikan UNS sebagai pusatnya bidang manajemen risiko.

"Kami sangat membutuhkan keahlian beliau, baik dalam tatanan teori maupun di level praktis. Karena beliau sudah berpengalaman mulai di World Bank hingga di OJK," kata Rektor UNS Jamal Wiwoho dalam jumpa pers di UNS Inn, Sabtu (24/8/2019).


Jamal mengatakan Wimboh juga bakal membantu UNS menghadapi era industri 4.0. Lebih jauh, pria 62 tahun itu diharapkan dapat memberi dampak dalam memberi solusi permasalahan ekonomi Indonesia.

"Berdasarkan parameter webometrics, UNS memiliki impact besar di Indonesia. Kehadiran Prof Wimboh akan membuat UNS lebih menguatkan impact operasional dan strategis dalam memberikan solusi bagi perekonomian Indonesia," ujar Jamal.

Bagi Wimboh, kehidupan UNS bukanlah hal yang baru. Sebab dirinya juga merupakan alumnus FEB UNS. Wimboh juga bercerita dirinya sempat mengajar sebagai dosen, meskipun belum berstatus PNS.


Pria kelahiran Boyolali itu kemudian direkrut oleh Bank Indonesia sebagai staf junior di bidang pengawasan. Kariernya di dunia perbankan terus moncer hingga kini ditunjuk memimpin OJK.

Dalam pidatonya nanti, Wimboh akan menyampaikan materi berjudul Revolusi Digital: "New Paradigm" di Bidang Ekonomi dan Keuangan. Isinya antara lain tentang penggunaan teknologi dalam pengembangan perekonomian.

"Bagaimana kita mempelajari laporan perbankan jangka panjang. Dengan demikian kita akan tahu seberapa besar potensi kerugian, termasuk menyiapkan modal untuk menutup kerugian itu. Inilah yang dinamakan manajemen risiko," ujar dia.

Terkait pengukuhan dirinya sebagai guru besar tidak tetap UNS, Wimboh bersyukur dan berterima kasih kepada pihak-pihak lain. Di antaranya Menristekdikti M Nasir hingga jajaran rektor dan senat UNS.

"Sekarang saya masih aktif mengajar di Universitas Indonesia. Selain itu saya juga mengajar di UNS dan Universitas Muhammadiyah Surakarta," pungkasnya. (mul/mpr)