detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 15:41 WIB

BPIP: Masalah Papua Diperparah Pihak Luar

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
BPIP: Masalah Papua Diperparah Pihak Luar Foto: Buya Syafii Maarif di rumahnya, Sleman, Kamis (15/8/2019). (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif turut berkomentar terkait penanganan masalah Papua yang sedang jadi sorotan. Dia menilai masalah Papua tidaklah sederhana dan kerapkali diperparah oleh kepentingan pihak luar.

"Memang masalah Papua ini seperti api dalam sekam. Masalahnya ini ndak sederhana. Kalau kita lihat Papua ini masuk ke Republik baru tahun 60-an, bukan dari awal ya. Dan itu bertahun-tahun jadi wilayah sengketa antara Indonesia dan Belanda. Memang tidak mudah," kata Buya Syafii Maarif saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/8/2019).

"Tapi, betapa pun juga, ini kan diperparah oleh pihak luar yang berkepentingan ya. Karena kekayaan alamnya yang banyak ya. Dan itu juga merupakan pemicu gerakan Papua Merdeka dan lainnya. Tidak sederhana itu," lanjutnya.


Selain itu, Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini juga mengimbau pemerintah berhati-hati dalam menangani masalah Papua. Menurutnya, masalah Papua tak akan beres jika hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur.

"Justru menurut saya, pihak Jakarta atau pemerintah pusat harus hati-hati dalam menangani Papua. Jadi jangan mengira dengan membangun infrastruktur masalah itu lerai, nggak bisa. Bahkan dulunya, ada berapa itu ya yang dibunuh karena membuat jalan-jalan raya itu," ujarnya.


Lebih lanjut, dia mengajak pemerintah untuk memahami masalah Papua secara menyeluruh. Apalagi, menurutnya dalam hal ini pemerintah masih kurang melakukan pendekatan antropologis dan sosiologis.

"Memang pendekatan antropologis dan sosiologis, itu yang mungkin itu kurang," tandasnya.


Simak Video "Sri Bintang Sebut Warga Papua Tak Butuh Infrastruktur"

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com