detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 15:39 WIB

PDIP: Habib Rizieq Gagal Paham soal Pembentukan BPIP

Tsarina Maharani - detikNews
PDIP: Habib Rizieq Gagal Paham soal Pembentukan BPIP Wakil Ketua F-PDIP Hendrawan/Foto: Istimewa
Jakarta - PDI Perjuangan menilai imam besar FPI Habib Rizieq Syihab gagal memahami landasan pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Hal ini menyusul pernyataan Rizieq yang mengatakan BPIP tidak paham esensi Pancasila karena menempatkannya sebagai pilar negara.

"Habib Rizieq Syihab saya pikir gagal paham dalam mengikuti diskursus di seputar sosialisasi empat pilar MPR dan latar belakang dari relevansi, urgensi, dan signifikansi pembentukan BPIP," kata politikus PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Sabtu (24/8/2019).


Hendrawan menjelaskan istilah Pancasila sebagai pilar negara dalam 'sosialiasi empat pilar' MPR merupakan cara untuk membumikan nilai-nilai Pancasila. Dia menegaskan, dalam konsensus kebangsaan, Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara.

"Istilah 'empat pilar' merupakan konsep marketing atau pemasyarakatan. Dalam empat pilar tersebut, Pancasila adalah dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Binneka Tunggal Ika sebagai sistem sosial budaya masyarakat," tuturnya.

"Saya tidak tahu apakah Habib Rizieq pernah mendalami buku-buku paket sosialisasi empat pilar MPR atau ikut kursus-kursus di Lemhanas," imbuh Hendrawan.


Selanjutnya, Hendrawan mengatakan peran ideologi bagi sebuah bangsa tak boleh dianggap remeh. Menurutnya, ideologi merupakan navigasi bangsa untuk menghadapi tantangan di masa depan.

"Dalam pembangunan bangsa, peran ideologi tidak boleh dianggap remeh. Tanpa ideologi yang kokoh, suatu bangsa tidak memiliki navigasi untuk menghadapi ketidakpastian dan kompleksitas masa depan," ujarnya.

Sebelumnya, Rizieq menyinggung soal BPIP dalam pidatonya di milad ke-21 FPI lewat video dari Mekah yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8). Milad FPI sendiri diadakan di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara.


Rizieq mengatakan Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia, bukan pilar negara. Dia menyebut ada pihak yang menyebut Pancasila sebagai pilar negara yang dia nilai sama sekali tidak paham konstitusi bahkan gagal paham tentang dasar negara Republik Indonesia.

"Ironisnya justru rezim perselingkuhan antara komunis sosialis dan liberal kapitalis yang mulai berkuasa sejak reformasi laten kiri 1998, yang merasa paling NKRI dan paling pancasilais, telah dengan sengaja menggeser Pancasila yang berintikan Ketuhanan Yang Maha Esa dari dasar negara menjadi pilar negara. Dan parahnya mereka sosialisasikan pergeseran ilegal dan inkonstitusional tersebut secara sistematis melalui lembaga-lembaga tinggi negara bahkan melalui lembaga tertinggi negara," ujar Rizieq.


"Lebih parahnya lagi rezim yang tidak paham hakikat Pancasila ini telah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang disingkat BPIP. Dengan anggota yang juga tidak paham esensi Pancasila tapi digaji lebih dari Rp 100 juta rupiah per bulan tiap anggotanya hanya untuk menonton dagelan penghianatan pergeseran Pancasila dari dasar negara menjadi pilar negara," sambungnya.

Karena itu, lanjut Rizieq, dia meminta jangan ada yang menyalahkan jika BPIP dikritisi, bahkan diminta dibubarkan. "Jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah badan penghianat ideologi Pancasila sehingga harus dibubarkan. Karena bukan saja pemborosan uang negara tapi juga sangat berbahaya buat eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," ucapnya.


Habib Rizieq: BPIP Tak Paham Esensi Pancasila, Harus Dibubarkan
(tsa/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com