detikNews
2019/08/24 09:00:40 WIB

Round-Up

Awalnya Trotoar, PSI Kini Serang Anies Soal Pelanggaran Kecil-Besar

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Awalnya Trotoar, PSI Kini Serang Anies Soal Pelanggaran Kecil-Besar Anies Baswedan (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus melontarkan serangan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. Setelah menang gugatan soal penutupan trotoar Tanah Abang, PSI kini mengkritik Anies terkait narasi tentang pelanggaran rakyat kecil dan besar.

Gugatan soal penutupan trotoar Tanah Abang itu dimenangkan kader PSI William Aditya Sarana dan Zico Leonard. Dua kader partai pimpinan Grace Natalie itu menggugat Pasal 25 ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum. Pasal itu digunakan Anies untuk menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, untuk pedagang kaki lima selama pembangunan skybridge.

Putusan Mahkamah Agung itu bernomor 42 P/ HUM/ 2018. Perkara tersebut telah diputus sejak 18 Desember 2018, namun salinannya baru-baru ini diterima oleh PSI.

"Menyatakan Pasal 25 ayat (1), Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum bertentangan dengan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dan tidak berlaku umum," demikian cuplikan putusan MA.

William berharap Anies bisa menaati putusan MA tersebut. Dia ingin semua fasilitas umum di Ibu Kota tidak lagi terganggu.

"Ini merupakan langkah yang baik agar tidak terjadi lagi penyelewengan fasilitas umum yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta di kemudian hari," jelas William di kantor PSI.



William menuturkan kebijakan penutupan jalan untuk PKL mengganggu ketertiban masyarakat. Dia berharap aturan tersebut bisa direvisi.

"Kebijakan penutupan jalan untuk PKL berdagang itu jelas sangat kontraproduktif karena telah mengorbankan kepentingan yang lebih besar, yakni pejalan kaki dan kendaraan umum. Sudah pasti jalanan dan trotoar di DKI Jakarta akan semakin kacau dan hancur," tutur William.

Atas putusan tersebut, Anies menghormati proses hukum yang berlaku. Anies akan mengkonsultasikan putusan MA itu dengan jajarannya.

"Nanti kita lihat implikasinya, tapi prinsipnya kita akan mengikuti keputusan pengadilan kita menghormati keputusan pengadilan," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (19/8).


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com