detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 08:53 WIB

Istana Kaji Potensi Gempa-Tsunami di Kaltim yang Diungkap BMKG

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Istana Kaji Potensi Gempa-Tsunami di Kaltim yang Diungkap BMKG Ilustrasi gempa (Foto: Zainal Abidin/detikcom)
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap catatan sejarah dan potensi gempa serta tsunami di Kalimantan Timur yang digadang-gadang sebagai lokasi ibu kota baru. Kantor Staf Presiden (KSP) menyatakan temuan itu menjadi masukan penting dan dijadikan bahan pertimbangan.

"Justru itu, fakta atau temuan baru ini akan tetap diperlakukan sebagai masukan penting untuk menjadi bahan pertimbangan. Kita serahkan kepada para pakar dan teknokrat lainnya untuk mengalkulasi temuan itu," kata Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia KSP Jaleswari Pramodhawardani kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).


Jaleswari mengatakan semua aspek dalam pemindahan ibu kota penting untuk dipertimbangkan. Ia juga melihat fakta bahwa Indonesia terletak dalam cincin api (ring of fire) sehingga rawan terjadi bencana.

"Karena faktanya kita memang hidup di negara yang masuk pada jalur ring of fire atau cincin api pasifik dunia, dan merupakan jalur pegunungan aktif, yang memang sulit menghindarkan diri dari fenomena alam gempa bumi, tsunami, dan lain-lain. Kita pasti memilih yang paling kecil dampaknya," jelasnya.

Jaleswari mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas terkait rencana pemindahan ibu kota telah memberikan arahan jelas tentang pentingnya masukan berbagai pihak. Ia menyebut pemindahan ibu kota memerlukan persiapan matang dan detail, baik dari sisi pilihan lokasi yang memperhatikan aspek geoplitik dan geostrategis, maupun kesiapan infrastuktur pendukung dan pembiayaan.

"Dalam pembangunan itu sendiri, Presiden mengingatkan ada tiga komponen utama yang perlu mendapatkan diperhatikan, yaitu natural capital, human capital, dan physic capital," ujar Jaleswari.

"Selain itu, soal tata ruang, perlu konsisten dan kesepakatan bersama semua pihak bahwa sumber daya alam tetap terjaga. Daya dukung yang perlu dibangun, tak hanya fisik atau infrastuktur, juga kapasitas manusia. Artinya, sejak awal rencana pemindahan ibu kota ini tidak boleh dilakukan sembrono dan grasa-grusu," imbuhnya.


BMKG sebelumnya mengungkap, berdasarkan catatan sejarah, Kalimantan Timur yang sempat disebut menjadi lokasi ibu kota baru bukan merupakan wilayah yang sepenuhnya aman dari potensi gempa bumi dan tsunami.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan secara geologi dan tektonik, di wilayah Kaltim terdapat 3 struktur sesar sumber gempa yaitu Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternoster. BMKG mengatakan Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat masih aktif.

"Hasil monitoring kegempaan oleh BMKG terhadap Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur menunjukkan masih sangat aktif. Tampak dalam peta seismisitas pada 2 zona sesar ini aktivitas kegempaanya cukup tinggi dan membentuk klaster sebaran pusat gempa yang berarah barat-timur," kata Daryono lewat keterangan tertulis berjudul 'POTENSI GEMPA DAN TSUNAMI DI KALIMANTAN TIMUR', Jumat (23/8).


Simak Video "Langkah-langkah Jika Terjadi Gempa Bumi"

[Gambas:Video 20detik]


(azr/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com