detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 08:37 WIB

Round-Up

Tragedi Iskandar: Tewas Dipatuk Ular Berbisa Saat Tolong Warga

Tim detikcom - detikNews
Tragedi Iskandar: Tewas Dipatuk Ular Berbisa Saat Tolong Warga Foto: Ular weling yang gigit Iskandar (dok.screenshot video)
Tangerang - Nasib nahas dialami oleh Iskandar (44), seorang satpam di Perumahan Cluster Michella, Gading Serpong, Tangerang. Iskandar tewas setelah jarinya dipatuk ular berbisa.

Dirangkum detikcom, tragedi itu dialami Iskandar pada Selasa (20/8) malam. Saat itu, Iskandar diminta bantuan oleh warga untuk mengamankan seekor ular jenis weling.

Iskandar kemudian mendatangi lokasi bersama rekannya, Jaelani. Iskandar berhasil menangkap ular itu dengan tangan kosong hingga telunjuk kirinya dipatuk ular tersebut.

Iskandar mencoba mengeluarkan bisa ular dengan mengisap darah dari telunjuknya. Iskandar tak langsung merasakan efek bisa ular itu, bahkan memainkan ular tersebut setelah digigitnya.

"Sempet juga dimain-mainin kalau lihat di video," kata Kapolsek Kelapa Dua Kompol Effendi saat dihubungi detikcom, Jumat (23/8/2019).



Polisi menduga Iskandar tidak mengetahui jika ular tersebut berbisa. Iskandar juga tidak langsung mencari pertolongan pertama setelah digigit ular.

"Karena kita lihat dari rentang waktu dia kena, itu lukanya juga dikit, rentang waktu digigit 10 jam, baru meninggalnya Rabu (21/8) pagi," kata Effendi.

Effendi menyebutkan, ular yang mematuk Iskandar adalah jenis weling. Weling merupakan jenis ular paling berbahaya di dunia yang menempati urutan ketiga.

Efek racun dari bisa ular itu rupanya baru dirasakan Iskandar sekitar setengah jam kemudian. Iskandar saat itu mulai merasakan lemas hingga akhirnya dibawa oleh warga ke rumah sakit.



Setelah dibawa ke rumah sakit, Iskandar masih bisa diajak berkomunikasi. Dia bahkan mengeluhkan rasa sakit yang dideritanya akibat gigitan ular itu keoada istrinya, Siti Raudah (33).

"Saya ke sana jam 09.00 malam, sudah di RSUD Tangerang. Tapi masih ngobrol sama saya, (Iskandar) masih bilang, 'bu, ini pada sakit,' gitu sih," kata Siti saat ditemui detikcom di kediamannya di Desa Cihuni, Pagedangan, Tangerang, Jumat (23/8/2019).



Selain rasa sesak napas, Iskandar juga merasakan panas di sekujur tubuh hingga matanya. Menjelang tengah alam, kondisi Iskandar semakin menurun. Iskandar sudah susah diajak berkomunikasi karena merasakan sesak napas.

"Masih bisa ngobrol, baru tuh setelah jam 12.00-an malam nge-drop. Langsung, kayaknya udah nggak bisa ngomong. Ininya sesak (menunjuk bagian dada), perutnya kayaknya kembung atau gimana gitu," tuturnya.

Iskandar kemudian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB. Jenazah Iskandar dimakamkan pada pukul 10.00 WIB, di hari yang sama.

Iskandar meninggalkan seorang istri dan dua anak. Anak sulung berusia 13 tahun dan anak bungsunya masih bayi berusia 9 bulan.




(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com