detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 22:56 WIB

Ingin Marwah Terjaga, KPK Harap Jokowi Pantau Seleksi 20 Capim Tersisa

Zunita Putri - detikNews
Ingin Marwah Terjaga, KPK Harap Jokowi Pantau Seleksi 20 Capim Tersisa Febri Diansyah. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - KPK berharap Presiden Jokowi ikut memantau proses seleksi 20 capim tersisa. Hal itu demi marwah KPK terjaga untuk memberantas korupsi.

"Harapannya ini menjadi konsen juga dari panitia seleksi, dan tentu sekali lagi kami berharap presiden juga memperhatikan hal ini, karena panitia seleksi ini juga merupakan amanat dari presiden yang diatur di Undang-Undang nomor 30 tahun 2002 (UU KPK). Jadi sensitivitas ini sangat penting bagi kita semua, dan bagi pihak-pihak yang memang masih menginginkan KPK bekerja melakukan pemberantasan korupsi ke depan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).



Untuk saat ini ada 20 nama capim KPK yang lolos seleksi. Setelahnya akan dilakukan tes berikut untuk meloloskan 10 capim.

KPK memberi catatan untuk 20 nama capim yang sudah lolos seleksi. Sebab KPK menilai masih ada nama-nama yang memiliki rekam jejak negatif mulai dari ketidakpatuhan melapor LHKPN hingga dugaan penerimaan gratifikasi.

"Jadi sebelum keputusan 20 nama ini, KPK sudah menyampaikan hasil penelusuran rekam jejak para calon pimpinan KPK yang 40 orang itu ke panitia seleksi tadi pagi, kalau kita lihat dari 20 nama yang beredar dan diumumkan tadi, ada beberapa nama yang kami pandang cukup bagus rekam jejaknya. Tapi, masih ada sejumlah nama yang sudah kami sampaikan sebenarnya pada pansel masih memiliki catatan," ujar Febri.



Catatan KPK, dari 20 nama yang lolos, ada capim yang memiliki rekam jejak soal ketidakpatuhan melapor LHKPN, dugaan penerimaan gratifikasi, dugaan perbuatan yang pernah menghambat kerja KPK, hingga pelanggaran etik saat masih bekerja di KPK.

"Itu sudah kami uraikan ke panitia seleksi, tapi calon-calon itu masih lolos, dan kita lihat namanya pada 20 nama saat ini," ucap Febri.

Febri pun berharap agar pansel bisa lebih ketat lagi terhadap capim yang sudah lolos seleksi. Dia mengingatkan agar pansel tetap menjaga marwah KPK dan juga marwah pansel dalam menyaring 10 nama pimpinan lembaga antirasuah.

"Kami tentu berharap ada proses yang lebih ketat yang dilakukan oleh panitia seleksi karena masih ada proses uji publik nantinya, proses seleksi ini akan menentukan bagaimana KPK ke depan, apakah KPK sesuai dengan harapan publik, atau untuk hal-hal lain yang tidak bisa kita tebak sampai dengan saat ini," ucapnya.

"Jadi siapa pimpinan KPK ke depan, itu tergantung pada hasil kerja pansel, dan sangat bergantung juga seberapa aktif kita mengawal proses seleksi ini," lanjutnya.
(zap/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +