Round-Up

Pasukan di Papua Bertambah, Istana Jamin Tak Bikin Resah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Agu 2019 20:07 WIB
ILUSTRASI/Pemberangkatan personel tambahan ke Papua dari Polda Sulsel/Foto: M Bakrie-detikcom
ILUSTRASI/Pemberangkatan personel tambahan ke Papua dari Polda Sulsel/Foto: M Bakrie-detikcom



Perkembangan terbaru terkait proses hukum pasca kerusuhan, tim Polda Papua Barat menangkap tiga tersangka penjarahan anjungan tunai mandiri (ATM) serta pembakaran bendera Merah Putih. Peristiwa ini terjadi saat kerusuhan di Manokwari.

"Hari ini kami sudah mengamankan tiga orang pelaku, dua orang adalah tersangka penjarahan ATM yang berada di depan kantor Majelis Rakyat Papua (MRP). Ada ATM yang dirusak diambil isinya lalu dibakar," ujar Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak dikutip Antara, Jumat (23/8).

Dari pemeriksaan, dua tersangka berinisial MA dan DA, pelaku penjarahan ATM, mengakui perbuatannya.





Sementara, satu tersangka lagi berinisial MI merupakan pelaku pembakaran bendera Merah Putih saat terjadi kericuhan. Tiga tersangka itu adalah warga Manokwari.

Selain itu, polisi juga menetapkan 10 tersangka dalam demo berujung rusuh di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Mereka dijerat dengan pidana perusakan dan membawa senjata tajam.

"Jumlah tersangka yang diamankan awal 34 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan, yang dapat diproses hukum 10 orang," kata Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto saat dimintai konfirmasi, Jumat (23/8/2019).





Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang serta Pasal 1 UU Darurat Nomor 12/1951 terkait senjata tajam.

Mabes Polri menyebut saat rusuh di Timika, 1 ruko dibakar dan pos kantor DPRD dirusak. Massa juga merusak 2 mobil patroli, 1 bus, dan 1 truk.




Tonton Video Jokowi Berikan Pernyataan Terkait Situasi Terkini di Papua:

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(fdn/jbr)