detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 18:44 WIB

Kabid BNN Riau: Gara-gara Satpol PP, Kurir 5.000 Ekstasi Kabur

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kabid BNN Riau: Gara-gara Satpol PP, Kurir 5.000 Ekstasi Kabur Viral Pejabat Pol PP dan BNN Riau adu mulut. (Screenshoot dok ist)
Pekanbaru - Kabid Penindakan dan Pemberantasan BNN Riau Kombes Iwan Eka Putra adu mulut dengan Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono di tempat dugem. Iwan mengatakan dirinya kesal dengan razia Satpol PP karena targetnya kabur.

"Target kita gagal gara-gara Satpol PP Ini. Mereka parkirkan 2 kendaraan truknya di lokasi. Satu sisi, kita lagi ada target untuk menangkap kurir narkoba jenis ekstasi sebanyak 5.000 butir," kata Kepala Bidang Penindakan dan Pemberantasan BNN Riau Kombes Iwan Eka Putra dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (23/8/2019).

Iwan menjelaskan target operasinya (TO) dari informasi yang sudah diterima akan bertransaksi narkoba di Jl Kuantan IV, Pekanbaru. Perkiraannya, transaksi akan dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB. Transaksi yang dia dengar sekitar 5.000 butir pil ekstasi.



"Transaksi ini bisa cepat bisa lambat. Tapi yang pasti target kita akan menangkap kurir narkoba dan kurir menerima menjadi lolos. Ada 5.000 ekstasi yang lolos gara-gara keributan itu. Itu artinya ada 5.000 butir ekstasi sekarang beredar di Pekanbaru, bisa jadi yang menggunakannya saudara kita, teman kita, atau anak-anak kita. Ini yang sangat saya kesalkan," kata Iwan.

Padahal, kata Iwan, dia sudah menyebarkan anak buahnya di lokasi yang akan terjadi transaksi narkoba tersebut. Semua lini di lokasi tersebut sudah diintai petugas BNN Riau. Namun sebelum bandar itu ditangkap, terjadi keributan antara dirinya dan petugas Satpol PP.

Keributan inilah yang dianggap Iwan sebagai penyebab gagalnya BNN Riau menangkap target operasinya.

"Anak buah saya sudah saya pasang di sejumlah lokasi yang akan dilaksanakan transaksi narkoba. Tapi bagaimana lagi, gara-gara terjadi keributan, semuanya gagal," kata Iwan.

Versi Iwan, adu mulut ini diawali ketika dirinya bertanya ke petugas Satpol PP yang sedang melakukan razia di tempat dugem tersebut. Atas pertanyaan tersebut, kata Iwan, lantas Kasatpol PP memerintahkan anak buahnya menarik dirinya.

"Dari depan lift karena saya bertanya kehadiran mereka, terus dianggap menghalangi tugas mereka. Dua orang menarik tangan saya sebelah kiri dan dua orang di tangan kanan saya. Saya berontak untuk melepasnya," kata Iwan.

Makanya, kata Iwan, dalam rekaman video tersebut, dia mempertanyakan Kasatpol PP apa kewenangannya mengamankan dirinya.

"Itu makanya saya bertanya, apa hak dia mau membawa saya. Inilah yang membuat saya marah, terjadilah adu mulut itu," kata Iwan.

Aksi adu mulut ini pun viral di media sosial. Dalam rekaman video tersebut, Kasatpol PP mengenakan baju dinas, sedangkan Kabid Penindakan BNN Riau mengenakan kaus berwarna biru. Keributan mulut ini terjadi di tempat hiburan malam alias tempat dugem di Jl Kuantan, Pekanbaru, yang terjadi, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Kasatpol PP Pekanbaru Agus Pramono mengaku diancam akan ditembak Kombes Iwan Eka Putra. Selain marah-merah tak tentu arah, menurut Agus, Kombes Iwan Eka menunjukkan sikap yang tidak terpuji. Bahkan Kombes Iwan mengancam akan menembak Agus.

Namun Kombes Iwan membantahnya. Kombes Iwan menegaskan tak membawa senjata ke tempat dugem itu karena sedang menyamar atau undercover.
(cha/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com