Ramai Isu soal Gempa M 4,8 di Kaltim, Benarkah?

Ramai Isu soal Gempa M 4,8 di Kaltim, Benarkah?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 23 Agu 2019 11:50 WIB
Foto ilustrsai (Mindra Purnomo/detikcom)
Foto ilustrsai (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Informasi soal adanya gempa di Kalimantan Timur sedang ramai dibahas. Kabarnya, Kaltim diguncang gempa magnitudo 4,8 pada Kamis (22/8) kemarin. Benarkah informasi itu?

Informasi soal adanya gempa di Kalimantan Timur itu merujuk dari kabar yang dirilis Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC). Disebutkan, gempa M 4,8 terjadi pukul 13.15 WIB pada Kamis (22/8) kemarin.



Pusat gempa disebutkan berada di 511 km arah barat laut Makassar, 198 km barat daya Samarinda, dan 107 timur laut Barabai. Pusat gempa berada di koordinat 1,94 Lintang Selatan dan 116,1 Bujur Timur. Informasi ini belum dapat dipastikan akurasinya.

Saat detikcom mencoba menelusuri ke situs EMSC-CSEM pada Jumat (23/8/2019) pukul 11.13 WIB, tercantum informasi perihal gempa di kawasan Kalimantan Timur. Di situ disebut gempa M 4,8 terjadi pada 22 Agustus 2019 kemarin pada pukul 05.51 UTC. Waktu UTC punya selisih 7 jam setelah WIB.

Ramai Isu soal Gempa M 4,8 di Kaltim, Benarkah?Foto: Gempa di Kalimantan Timur diinformasikan oleh situs EMSC. (Dok situs EMSC-CSEM)




Jadi, benarkah gempa ini terjadi?

BMKG kemudian mencuit lewat akun Twitter resminya, @infoBMKG, Kamis (22/8) kemarin, karena ada akun yang bertanya kenapa BMKG tidak menginformasikan gempa di Kaltim kemarin. Akun lain menghubungkan bahwa Kaltim adalah calon ibu kota baru yang sempat disebut aman dari gempa.

BMKG menjelaskan gempa tersebut tidak dikabarkan oleh BMKG karena tidak dirasakan oleh masyarakat. EMSC Bisa mengabarkan gempa tersebut karena juga mendapat data otomatis dari BMKG, namun data otomatis itu masih perlu dipastikan sehingga tidak bisa langsung dirilis.



Ternyata setelah dipastikan, gempa itu bukan terjadi di Kaltim melainkan di Selat Makassar. Kekuatan gempanya pun bukan M 4,8 melainkan M 3,7. Berikut keterangan BMKG selengkapnya:

Mimin jawab.
1. Gempa tersebut berkekuatan dibawah magnitude 5.0, yg artinya tidak kami kirimkan infonya jika tidak dirasakan oleh masyarakat.
2. Info awal gempa ada yg diperoleh melalui sistem otomatis, namun datanya perlu pemutakhiran, menunggu sinyal gempa terkumpul semua.
3. Biasanya akan dilakukan pemutakhiran parameter gempa oleh para ahli, setelah data sinyal gempa lengkap terkumpul.
4. Berikut info gempa yang telah dimutakhirkan (satuan waktu dalam UTC).

Ramai Isu soal Gempa M 4,8 di Kaltim, Benarkah?Foto: Ternyata bukan gempa di Kaltim, tapi di Selat Makassar. (Dok akun Twitter BMKG)

EMSC mengambil data dari hasil automatic BMKG, padahal hasil analisa lanjut epic tersebut ada di Sulawesi dengan M=3.3, namun EMSC tidak mengupdate lagi sehingga yg masih muncul masih epic di Kalimantan.




Tonton juga video BMKG: Megathrust Ancaman Riil RI:

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/fjp)