detikNews
Jumat 23 Agustus 2019, 08:59 WIB

Hakim Agung akan Dikocok Ulang Tiap 5 Tahun, Setuju?

Andi Saputra - detikNews
Hakim Agung akan Dikocok Ulang Tiap 5 Tahun, Setuju? Gedung Mahkamah Agung (ari/detikcom)
Jakarta - DPR membuat usulan RUU Jabatan Hakim, salah satunya rencana kocok ulang hakim agung tiap 5 tahun sekali oleh Komisi Yudisial (KY). RUU itu kini masih digodok di DPR. Setujukah Anda kocok ulang hakim agung?

"Hakim Agung memegang jabatan selama 5 tahun dan dapat ditetapkan kembali dalam jabatan yang sama setiap 5 tahun berikutnya setelah melalui evaluasi yang dilakukan oleh Komisi Yudisial," demikain bunyi draft RUU Jabatan Hakim Pasal 32 ayat 1, sebagaimana dikutip detikcom, Jumat (23/8/2019).


Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan diangkat kembali menjadi hakim agung. Dalam draft itu juga diusulkan hakim agung pensiun pada usia 70 tahun, saat ini pensiun yaitu di usia 70 tahun.

"Tidak pernah dijatuhi sanksi pemberhentian sementara akibat melakukan pelanggaran kode etik dan/atau pedoman perilaku hakim," ujarnya.


Selain dari jalur karier, masyarakat juga bisa menjadi hakim agung. Salah satu syaratnya berpengalaman dalam profesi hukum dan/atau akademisi hukum paling singkat 20 tahun.

"Tidak pernah dipidana penjara karena bersalah melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap," ujarnya.


Bila kocok ulang per 5 tahun disahkan, maka seperti hakim konstitusi dan hakim ad hoc. Nah, setujukah kocok ulang hakim agung tiap lima tahun?




Tonton juga video Praperadilan Ditolak, Pengamen Cipulir Adukan Hakim ke MA:

[Gambas:Video 20detik]


(asp/fai)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com