detikNews
2019/08/23 07:14:20 WIB

Round-Up

Kontroversi Pin Emas Naik Level ke Senayan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kontroversi Pin Emas Naik Level ke Senayan Sidang Paripurna DPR (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Kontroversi pin emas untuk anggota dewan masih berlanjut, bahkan kini naik level. Tak hanya di DPRD DKI, pembahasannya berkembang hingga ke DPR.

Polemik pin emas ini berawal saat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak pin emas DPRD DKI dengan anggaran Rp 1,3 miliar yang akan dibagikan ke penghuni baru DPRD DKI yang berlokasi di Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. PSI sendiri diketahui memperoleh delapan kursi di DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.

PSI menolak pin emas dan minta diganti kuningan. Namun, DPRD DKI menolak permintaan PSI itu. Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik, menyebut sikap PSI sebagai langkah cari popularitas.



Rekan separtai M Taufik di Gerindra, Habiburokhman, lalu mendadak ikut bersuara. Anggota terpilih DPR RI 2014-2019 itu menyatakan sikap untuk menolak pin emas ketika resmi menginjakkan kaki di Gedung DPR yang berlokasi di Senayan.

"Tolak pin emas. Saya mengusulkan agar Sekretariat Jenderal DPR RI tidak memilih pin berbahan emas untuk anggota DPR RI. Selain pemborosan, menurut guru ngaji saya Habib Novel Bamukmin, emas itu haram bagi laki-laki dan itu disepakati 4 mahzab," kata Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (22/8/2019).


Habiburokhman / Habiburokhman / Foto: Ketua Bidang Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman


Politikus Gerindra itu memprediksi kontroversi pin emas nantinya menutup kinerja anggota DPR. Habiburokhman mencontohkan Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik, yang juga berasal dari Gerindra.

"Ibarat ular mencari pemukul, pin emas hanya akan menjadi kontroversi dan mencoreng citra DPR. Jangan sampai prestasi dan kerja keras rekan-rekan anggota DPR memperjuangkan aspirasi rakyat malah tertutup masalah pin emas," ujarnya.

"Kasus DPRD DKI jadi rujukan, abang saya M Taufik yang sangat berprestasi di Dapil malah di-bully gara-gara pin emas," sambung Habiburokhman.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com